Friday, May 6, 2011

Poem For The Poet (OneShot)


Pairing: Zhoury (Main), (Slight) Hangeng n Kyuhyun

Genre: Yaoi, Romance, (Little) Sad

Rating: PG-13

Length: (like usual) Oneshot

Disclaimer: (like usual) they are belong to god but this story is belong to me, it’s immposible if this story also belong to God



Henry’s Pov

Aku terbangun lagi di pagi hari, eh? Tidak deh, maksudku di subuh hari, baik karena penyakitku yang tidak bisa tidur kalau sudah jam 4, maka aku akan melakukan kegiatan biasaku dulu, yaitu membuat puisi, untuk namja yang aku sukai, kalian pasti bingung kenapa, aku namja dan aku mencintai namja, di sekolahku, seperti itu sih wajar, kan sekolah kami khusus laki-laki, jadi kalau ada yang menyukai laki-laki, kami sih tidak heran lagi

I love him
I like him
I’m crazy about him

But…

He never know my feelings
It’s hurt
But I can’t forced him to love my too
Like I love him

He likes him
Not loves me
It’s difficult
When I remember that I’m his bestfriend

Maybe, if I’m his first love, it’s not too difficult as like as I’m his friend
I can’t lie about my feelings
But it’s hard to lost this feelings
I’m wrong…
I’m so wrong
Why I can love someone who don’t love me

I’m stupid
I always crying when he told me that he likes someone else

And it’s hurt to know that I’m fallin in love with you

Selesai juga 1 puisi, ok aku sembunyiin dulu puisi ini, biar nggak ketauan sama dia, berhubung kami adalah roommate, so aku nggak bisa sembarangan taruh barang-barangku

“Mochi Cina, kau sudah bangun?” tanya Mimi-gege padaku, untung kertasnya sudah aku simpan, “kau juga Cina gege, apa kau tidak melihat mataku?, mataku sudah terbuka berarti aku sudah bangun” balasku, “hah?, matamu sudah terbuka, tapi kalau di lihat dari jarak sejauh ini, aku melihat matamu itu masih merem” ledek Zhoumi-gege, “periksakan matamu itu pada dokter” ledekku balik, “baik, sebaiknya aku pergi ke dokter apa?” tanya Mimi-gege dengan wajah tak berdosa-nya itu kata anak-anak sekolahku, padahal menurutku itu adalah wajah bejat *di tendang Zhoumi ke Venus*

“periksa ke dokter paru-paru sana” ucapku acuh tak acuh

Henry’s pov end

Author’s pov

Mereka pergi kesekolah dengan berjalan kaki, karena asrama tidak jauh dari sekolah *readers: ya iyalah, di mna2 asrama tuh dket dr skolah, dsar author bego*, Henry berjalan dengan lesu ke tempat duduknya, dia mengeluarkan kertasnya dan mulai menulis puisi lagi tapi saat dia hampir menyelesaikan puisinya, Zhoumi datang dengan wajah ceria

“Kau kenapa?” tanya Henry bingung, “panggil aku gege, Mochi Cina” ucap Zhoumi, “ish menyebalkan, kau juga Cina, bodoh, baik, kau ada masalah apa Zhoumi-gege?” ucap Henry, “aku lihat dia lagi, Cho Kyu Hyun itu” ucap Zhoumi dengan cepat, “hah?, Cho Gui Kun? Nama yang aneh” tanya Henry bingung, “Cho Kyu Hyun, Mochi, kurasa aku menyukainya” ucap Zhoumi lagi, “oh” balas Henry pendek, wajahnya berubah menjadi sedih

Bel pulang pun berbunyi *cepet amat ya, author mau ah skul di sini*, “Mochi China!, tungguin donk” teriak Zhoumi pada Henry, “biasanya kalau kamu udah cengar-cengir nggak jelas kayak gini, pasti ada maunya” tebak Henry dingin, “tau aja, bikinin puisi buat Kyuhyun donk, yang menggambarkan perasaanku sama dia” pinta Zhoumi, “ ya udah, nanti aku bikinin kalau udah sampai di asrama” balas Henry

Author’s pov end

Henry’s pov

Sakit banget, hatiku teriris lagi untuk yang kesekian kalinya, mestinya sih udah nggak boleh sakit lagi donk, kan udah ribuan kali ke irisnya, tapi ini sama aja, sekarang perasaanku ke Mimi-gege dan perasaan Mimi-gege ke Kyuhyun sama, kita mencintai orang yang nggak bisa mencintai kita, ah biarin aja deh, aku bikin puisi berdasarkan dari curahan hatiku aja lah

Someday I think
That wrong if I love you
Sometime I feel
That this heart is never open to other people again
Sometime I say
That I never want to see you again

But…

It is hard to take your heart
I know and I remember
That you have someone who you love

He is better than me
He has what I haven’t
He is not like me
And I’m not like him

You love me just like friend
But I love you more than best friend

Baik puisi pesanan Mimi-gege sudah ku selesaikan, “HOI!! TIANG MENJULANG PANJANG MELINTANG, NIH PUISINYA UDAH SELESAI” teriakku di telinga Mimi-gege yang sedang tertidur pulas, “aish Mochi Cina, berisik sekali sih, ya sudah taruh dulu besok aku ambil saat di sekolah” jawab Mimi-gege, hwadts?!? Besok? Hello ini tuh dah jam 4 subuh  kali, besok dari mana coba?

“what the…kya…!!!” aku berteriak saat Mimi-gege menarikku kedalam pelukkannya, “stop, stop!!, pelecehan seksual ini namanya!, kya…!!, somebody help me!” teriakku panic, bagaimana tidak dia memelukku erat dan tangan kirinya memaksa kepalaku untuk sejajar dengan wajahnya, walaupun aku menyukainya tapi tetap saja ini pelecehan seksual, baik, biasanya adikku selalu berhasil membangunkanku dengan cara menggigit hidung, tidak apa-apa lah, anggap saja untuk memendekkan hidungmu yang terlalu melampaui batas normal itu

“ACK!!!, YA!!, Mochi China, kenapa menggigit hidungku hah?” wow benar, cara ini selalu berhasil, hebat sekali adikku itu, “kau yang kenapa!, kenapa kau menarik tubuhku, seperti ingin menciumku hah” bentakku tak kalah kasar, “huh padahal aku bermimpi dengan Kyuhyun” gumam Mimi-gege, ah dadaku kembali sesak lagi, “oh” balasku, lalu menjauh dari tubuh Mimi-gege

Henry’s pov end

Author’s pov

“kau sakit?” tanya Zhoumi, “tidak” jawab Henry pendek, ‘aneh seperti ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya dariku’ batin Zhoumi, “hmm, bolh minta tolong lagi nggak?” tanya Zhoumi dengan puppy eyes-nya

“minta buatin surat cinta buat Kyuhyun?” tebk Henry, “ah Mochi Chinaku pintar sekali” puji Zhoumi sambil mencubit kedua pipi Henry, “ya sudah nanti malam lah aku buatkan, ayo kesekolah sekarang” ajak Henry

---malam harinya---

“Mochi..” goda Zhoumi, “oh iya, aku tau, surat cintamu untuk Kyuhyun kan?, ya sudah tidur sana, nanti aku buatkan” suruh Henry malas, Henry melangkahkan kakinnya dengan berat dan malas, “selamat tidur” ucap Zhoumi senang

‘surat cinta?, bagaimana cara membuatnya ya?, ah aku buat saja puisi nanti baru ku tambahkan perasaannya Mimi-gege di satu kalimat terakhir’ batin Zhoumi

I know that you never watch me
And maybe you never know that I’m schooling here
I know that you like someone else

I know that you love me just like the others else
Not like someone special in your life
But me
I love you more than friends or bestfriend

But I just want to tell you something
Something about my heart
Something important
It’s about love

I love you like a man, not like a friends
I don’t force you to reply my feeling
I just want you to know

Tes..tes..tes..

Airmata mulai membasai pipi putih Henry, airmata itupun membasahi kertas yang di tulisinya, dia menggigit bibir bawahnya untuk meminimalkan suara yang timbul akibat dia menangis, “ini sakit, sangat sakit, sakit saat kau tau kalau seseorang yang kita suka menyukai orang lain dan tidak pernah peka tentang perasaanmu, sakit, hiks.., aku merasakan itu, hiks...” gumam Henry, dia menangis dan tertidur di kertas yang basah karena air mata, “Mochi?” panggil Zhoumi yang tiba-tiba terbangun tengah malam, “Mochi China?” ledek Zhoumi berusaha untuk membuat Henry menjawabnya, tapi dia melihat Henry tertidur di meja belajar, kepalanya di alas oleh kertas yang masih basah karena airmatanya, ‘kertasnya basah, dia tertidur ada bekas airmata di pipinya, wajahnya seperti bayi, polos dan letih’ batin Zhoumi yang memandangi Henry, “baik ku pindahkan kau ke tempat tidur saja” gumam Zhoumi kecil lalu menggendong Henry ke tempat tidurnya, ‘ringan sekali dan…pendek’ batin Zhoumi

---keesokan harinya---

“hai Henry” ucap Zhoumi lesu, “hei tumben kau tidak memanggilku Mochi?, kau di tolak Kyuhyun?” tanya Henry, “iya” jawab Zhoumi pendek, dia mengedarkan pandangannya dan berhenti di mana ada laki-laki yang lewat, “Guin Jian? *hualah I’m bad for name*” gumam Zhoumi, sedangkan Henry hanya terbingung bingung melihat Zhoumi yang terbengong bengong, “Zhoumi?” panggil Henry tepat di wajah Zhoumi, “panggil aku gege” ucap Zhoumi, “baiklah, ehm, aku ulang, kau kenapa Mimi-gege honey bunny bala bala” ledek Henry kesal, “aku tidak apa-apa Mochi China dumdubidam cuap cuap muah” ledek Zhoumi balik

“tidak mungkin” bantah Henry, “ok aku kalah, dia, cinta pertamaku kembali lagi ke hidupku, hua senangnya, ternyata setelah di tolak oleh Kyuhyun dia kembali setelah lama meninggalkanku sendiri” ucap Zhoumi dengan wajah yang berbinar-binar, “oh” ucap Henry pendek seperti biasanya kalau dia sedang cemburu, “Hoi!” teriak Han dari belakang Zhoumi, “Hua…, jangan ngagetin donk” kejut Henry, “aku kan ngagetin Zhoumi, kog yg kaget malah kamu?” tanya Han bingung, “tidak, hanya kaget saja” ucap Henry asal-asalan, sementara ZHoumi hanya melihat kearah jendela, memperhatikan cinta pertamanya, ‘dia masih menyukai cinta pertamanya’ batin Henry

2 bulan kemudian *dah di cpetin aj lah*

Author’s pov end

Zhoumi’s pov

Cinta pertamaku datang kembali setelah dia pergi meninggalkanku selama 3 tahun, tapi dia datang di saat yang salah, aku menyukai roommate-ku, Henry, mungkin kalian bingung tapi itu yang aku rasakan, saat aku menembak Kyuhyun saja aku berharap kalau dia menolakku, bukan menerimaku, tapi aku masih penasaran, kenapa waktu itu Henry menangis

“Zhoumi?, aku masuk ya” ucap seseorang yang ternyata Guin Jian, “ada apa? Cepat bicara, to the point saja” suruhku, “baik, aku ingin kau kembali denganku, simple kan?” ucap Guin Jian, “beri aku waktu, besok jam 5 sore aku akan menghubungimu untuk memberi tau jawabanku” ucapku, “sekarang kau boleh pergi” usirku secara halus

CHU….

Dia mencium pipiku, haish, bocah ini, menyebalkan, “itu untuk ucapan perpisahan” ucapnya enteng, “I don’t care” jawabku acuh tak acuh

Zhoumi’s pov end

Author’s pov end

Tes..tes..tes

‘aish kenapa airmata ini keluar begitu saja sih?’ batin Henry sambil menghapus airmatanya yang mengalir saat melihat Guin Jian mencium pipi Zhoumi

---keesokkan harinya---

PLAK…!!

Sebuah tamparan mengenai pipi Zhoumi secara sempurna, “apa kau punya otak?!” tanya Han dengan emosi pada Zhoumi, “kau ingin menerima dia?!, ingat siapa yang selalu berada di sampingmu saat kau sedih, saat kau butuh bantuan? hanya Henry, kemana dia selama ini, dia hanya ingin kebahagiaanmu saja, dia tidak mau berbagi kesedihan denganmu kan?” omel Han pada Zhoumi, “baik, jadi kau pilih siapa, laki-laki b*engs*k itu atau Henry?” tanya Han, “mendengarmu bicara seperti itu, aku akan memilih Henry” putus Zhoumi, “nah itu lebih baik, artinya otakmu sudah berada di dalam tempurung kepalamu lagi” balas Han

---jam 5 sore WC (waktu China *ngarang dah tuh*)---

“Mimi-gege mau ngomong apaan sih? Kog aku sama Guin Jian-gege di suruh kesini” kesal Henry, “aku Cuma bilang kalau aku milih dia” ucap Zhoumi sambil menggandeng mesra tangan Henry *ga tau dah tuh gmn critanya*, “eh? Apaan nih maksudnya?, Mimi-gege mau  minta di bikinin surat cinta lagi buat Guin Jian-gege?” tanya Henry polos, “ih, bukan itu Mochi China dumdubidam cuap cuap muah” ucap Zhoumi “maksudku, aku milih kamu jadi pacarku gitu ceritanya” lanjut Zhoumi, “hah??, emang ceritanya gimana sih?, aku masih bingung” ucap Henry yang masih belum nyambung, “ikut aku sebentar ya sayang” ucap Zhoumi pada Henry lalu menarik tangan Henry dah meninggalkan Guin Jian sendiri yang terbengong-bengong

‘aku senang sih, kalau Mimi-gege udah suka sama aku, tapi aku bingung, kenapa dia tiba-tiba berubah gini, pasti ada kelainan nih’ batin Henry, “ih, di ajak kompromi susah amat sih” keluh Zhoumi pada Henry, “maksudnya?” tanya Henry bingung, “kamu pura-pura aja jadi pacarku, di depan Guin Jian” ucap Zhoumi,

DEG…

‘pura-pura?, berarti dia emang nggak suka sama aku’ batin Henry, “kenapa sama aku?” tanya Henry, “kamu kan temen baikku, terus aku juga nggak mau nerima di Gun Jian itu lagi” jelas Zhoumi, “oh, gitu, kenapa nggak sama Han-gege aja?, dia kan temen baikmu juga” balas Henry sambil setengah mati menahan tangisnya,  “aku nggak mau” jawab Zhoumi enteng, “tapi itu nggak gampang saat seseorang yang kamu sukai ternyata Cuma main-main aja sama kamu” balas Henry sekaligus mengungkapkan isi hatinya, kini airmatanya tidak dapat terbendung lagi, “maksudmu?” Zhoumi makin bingung mendengan ucapan Henry, “pikir saja sendiri” ucap Henry ketus, lalu pergi meninggalkan Zhoumi

---malam hari---

I feel like something want to jump out from my body
When you see me
I feel my heart beat faster
When you smile to me

I know this feel is wrong
When I want to lost this feeling
You come and give me a hope and change
When I want to keep this feeling
You come and you hurt me

I don’t know
What should I do now?
Ottokajyo?

Thanks for coloring my life
And thanks for hurt my heart a lot

“mau tidur ah” gumam Henry, dia membawa tidur kertas berisi puisi yang barusan dia buat dan membacanya berulang kali, tak terhitung berapa lama dia sudah mengeluarkan airmatanya karena mengingat Zhoumi

Cklek…*anggep bunyi pintu kebuka*

“mochi, kau sudah tidur?” tanya Zhoumi pelan, ‘gawat!, Mi-gege masuk, baik aku pura-pura tidur’ batin Henry, Zhoumi mendekati ranjang Henry, dia mensejajarkan wajahnya dengan wajah Henry *berhubung author gemeteran nulisyg begitu-begituan, scene’a di gnti ya* dan melihat matanya, ‘terpejam, aku suka melihatmu seperti ini, kau seperti bayi mungil, wajahmu polos dan terlihat letih, biarkan aku memandangimu lebih lama lagi’ batin Zhoumi, ‘haish, nih orang ngapain sih di depan mukaku?, deh tau nafasnya itu ke pipi, kan geli’ batin Henry, ‘eh bekas airmata lagi?’ batin Zhoumi bingung, “kau menangis lagi? Siapa orang yang membuatmu menangis?, apa itu aku?, kalau begitu maaf” gumam Zhoumi

‘itu nyadar, dari dulu kek nyadarnya, kan nggak usah nangis-nangis lagi gara-gara Guin Jian-gege’ batin Henry, “selamat tidur” ucap Zhoumi sambil berjalan menuju ranjangnya

---keesokkan harinya---

“apa jawaban mu sebenarnya?, kenapa kemarin kau menarik bocah itu menjauh?” tanya Guin Jian pada Zhoumi sambil melihat sinis kearah Henry, “aish… aku bukan bocah, aku sudah berumur 17 tahun” kesal Henry, “kami sudah 18 tahun” jawab Zhoumi dan Guin Jian bersamaan, “ah iya juga ya, kenapa aku bisa lupa?” gumam Henry, “baik, jadi apa jawabanmu?” tanya Guin Jian lagi, “aku memilih dia” ucap Zhoumi sambil menunjuk tepat di hidung Henry, sedangkan yang di tunjuk hanya bengong karena bingung, “sekarang kau pikir saja, untuk apa aku menerima orang yang sudah membuat hari-hariku kacau waktu itu, ah lebih tepatnya, laki-laki br*ngs*k” sindir Zhoumi, “terserah kau saja” ucap Guin Jian kesal, ‘mungkin hanya bercanda lagi seperti dulu’ batin Henry

----di kamar asrama----

“hei kau kenapa?” tanya Zhoumi bingung, “tidak apa-apa, kau hanya bercanda kan yang tadi itu?, yang kau bilang kau memilih aku, itu hanya akalmu saja untuk menjauh dari Guin Jian-gege kan?” tanya Henry bertubi-tubi, “iya aku hanya bercanda” Ucap Zhoumi datar, “oh” balas Henry pendek, “ya nggak bercanda lah, mochi China-ku dumdubidam cuap cuap muah” ujar Zhoumi gemas, “kau juga China, Mi-gege honey bunny bala bala” balas Henry kesal, “aku menyukaimu, apa salah?” tanya Zhoumi polos, “jangan memasang wajah sok polosmu itu di depanku, muak melihatnya tau” balas Henry, “ish, beneran kog, Wo Ai Ni Saranghae, I love you, aishiteru, mochi China-ku dumdubidam cuap cuap muah” ucap Zhoumi lebay (?), “kau menyukaiku juga?” tanya Henry memastikan, “iya” jawab Zhoumi pendek,

“kalau begitu buktikan ucapanmu dengan cara mengikuti lomba puisi, yang diadakan di sekolah besok saat pentas seni, dan memakai puisimu sendiri, yang bertema tentang diriku, berani?” tanya Henry, “hwatds?, buat puisi?, aku tidak terlalu bisa” gumam Zhoumi, “kalau begitu jangan harap aku membalas perasaanmu” ujar Henry lagi, ‘hha, ngerjain orang sekali-kali nggak dosa kan’ batin Henry, “baik, ku terima tantanganmu” ucap Zhoumi yakin lalu beralih ke meja belajar, “kutunggu hasilnya besok, selamat tidur, walaupun gege nggak menang, yang penting, gege bikin puisinya dan bacain di depan orang-orang aja, itu udah cukup” ucap Henry

---keesokan harinya---

“peserta selanjutnya, Yuan Yi” panggil MC yang membacakan peserta pengikut lomba puisi “Yuan Yi?, berarti sehabis ini adalah aku, ok jyayo” gumam Zhoumi, “peserta terakhir, Zhou Mi” ucap MC itu sedikit berteriak, Zhoumi menaiki panggung dan mengatur tingginya Microfone yang akan dia pakai

I know…
That I’m a loser
Who can’t say my true feelings to someone I love
I love you more than I love my self
It’s not just a fluttery
It’s the fact

Everybody say if I’m a crazy Chinesse guy
Am I crazy?
Yes I’m crazy about you

When I’m down, I’m confused and upset about my first love
You come and make me happy again
When I know if I love you
I always hurt your heart

I’m change into a stupid Chinesse guy
When I see you cried twice
I’m sorry

Love you always

PROK PROK PROK!! *lgu ruben onsu: keprok keprok*

Tepuk tangan riuh dan standing applause menghujani Zhoumi beserta dengan selembar puisi untuk Henry di tangannya, “baik tidak usah berlama-lama lagi, juara ke-3 adalah Mei Fa, juara ke-2 adalah Tian Zhi dan juara pertama adalah Zhou Mi” ucap juri yang menilai lomba itu

Zhoumi membawa piala itu dan turun dari panggung, dia mencari Henry di asrama, “hai, Mochi China, hosh hosh” ucap Zhoumi sambil mengatur nafasnya, “hei, Mimi-gege, kau kenapa mengambil piala orang lain?” tanya Henry bingung, “apa?, ini pialaku, aku memenangkannya, lagian salah sendiri, kenapa pas pengumuman pemenang kau malah balik ke asrama?” tanya Zhoumi, “aku malas berdebat dengat Guin Jian-gege makanya aku balik ke asrama” ucap Henry, “jadi?” tanya Zhoumi, “hhe, aku terima perasaan gege” ucap Henry dan mengembangkan senyumnya

My sacrifice in several years ago
Is enough to kidnap your heart
My tears in several years ago
It’s enough to reach your love

I can’t hide this happiness
I can’t lie about my feelings too

I’m happy
To know that you love me like a man
Not a friend

And at the end
My prince be mine J

END…

Like usually

Trima ga trima, ikhlas ga ikhlas, ridho ga rihdo pkoknya hrus end di sni, gomawo *bow*

No comments:

Post a Comment