Friday, June 3, 2011

My Bio

Real Name: *** (sensored)

West Name: Ice Snowinter Lim

Korean Name:

Chinese Name: 林李薛

Nickname: Icey (reas: Aisi)

Birthday: *** 1998 (sensored again)

School: ***

Religion: ***

Zodiac: ***

Shio: ***

Favorite Food:  ***

Favorite Drink: ***

Favorite Color: ***

Hobby: Listening To Music, Singing, Write A Story, Learn Foreigns Languange, Dancing, Playing Drum

Lover: I’m too young to pay attention about love, I just want to think about school now 

Language That I Want To Know: English, Korean, Chinesse, Jepang, Yiddie, Bahasa

Idol: Jesus, Super Junior, Avril Lavigne, U-Kiss, SHINee, 4 Minutes, 2NE1

Also Known As: Forever Be Magnae, The 2 Tongue, SiBum’s Unofficial Daughter, White Dubu Slant-eyed, Dancing Robot, Languanges Machine, The Bleeding Face of Lee

Voice: Girl! Alto, Boy! Bass, Man! Baritone XD


Favorite Qoutation:

White is a color not a shade, so SHUT UP!

Liked:

*Winter
*Number 2
*Cat
*Rabbit
*Super Junior
*Dance
*Sing
*Try something new
*Foreign languanges


Disliked:

*Summer
*Game
*Number 9 n 6
*Math
*Crowded place
*Scream
*Shout
*Yell


Some Facts: *by other people*

*Looks like a boy
*Asocial
*One of Indigo child

Don't Make Me Sad (Oneshot)


Pairing: (Main!) SiBum, (Slight!) other SuJu Member

Genre: Romance, YAOI (males cari latar belakang selain dorm SuJu)

Length: oneshot

Rating: PG-13

Disclaimer: Semua pemain itu milik yang di atas *Genteng donk* *PLAKK, RALAT*, semua pemain itu milik Tuhan



Kibum Pov

Minggu ini aku ingin main ke dorm SuJu ah, aku kangen sama semuanya, maklum lah, akhir-akhir ini aku lebih sering pulang ke rumah daripada tinggal di dorm, makanya sekarang aku sudah berada di lantai 11, biasanya jam segini member Suju lagi ngumpul di lantai 11, aku kangen sama Siwon hyung, haha, aku memang sedikit pabo, aku tau Siwon Hyung itu Cuma suka sama Heechul hyung walaupun Heechul hyung sudah jadian sama Hankyung hyung, dan nggak akan pernah suka sama aku.

Akh…, sudah lah, dadaku makin sakit dan sesak mengingat itu, mataku panas, ciri-ciri orang sedih lalu ingin menangis tapi selama hyung-hyungku tidak mendiamiku jadi aku lebih memilih untuk menyimpan semua kesedihanku di dalam hati, dan lebih suka tersenyum, untuk mengganti ekspresi sedihku

“kya…, kibummie…, bogoshipo” teriak Sungmin hyung, yang langsung menarik semua perhatian member-member SuJu sekaligus membuyarkan lamunanku, “aish, hyung, jangan kencang-kencang, itu bisa membuat orang tuli” candaku, aku mengedarkan pandanganku ke setiap sudut dorm, tapi yang kutemukan bukan Siwon hyung, melainkan Eunhae, Kyumin, Yewook, Kangteuk dan Zhoury, eh sepertinya ada yang kurang, hmm oh iya, Hankyung hyung sama Heechul hyung di mana ya, aku tanya saja deh, “hyung, Hankyung hyung, Heechul hyung dan Siwon hyung kemana?” tanya Kibum pada hyung-hyungnya yang sedang sibuk sendiri, “ah tidak tau, kau ke lantai 12 saja sana, mungkin mereka ada di sana” usul Leeteuk hyung, “ah baik, aku juga ingin mengajak Chulie hyung pergi ke mall untuk membeli sepatu dan ingin makan siang, aku ke lantai atas dulu ya” ujarku lalu pergi menuju lift dan naik ke lantai 12

“anneyong haseo” sapaku, ‘di sini sepi sekali, tidak terdeteksi adanya kahidupan di lantai 12, saking sepinya, aku malah bisa mendengar suara ribut dari lantai 11.

Kibum’s Pov end

Author’s Pov

Brak!!!, suara itu membuat Kibum kaget sekaligus deg-degan, ia berjalan kearah suara tersebut dan melihat 2 orang yang sedang bertengkar, “Siwon hyung dan Heechul hyung, kenapa mereka bertengkar?” tanya Kibum berbisik takut di ketahui keberadaannya, “aku ingin hyung melupakan dia, dan lihat aku, aku menyukai hyung lebih daripada dia” ucap Siwon, “kau tidak tau apa-apa, aku menyukai dia, bukan kau, jadi buang rasa itu, dan lihat di sekelilingmu, ada orang yang mencintaimu juga” bentak Heechul

‘jadi Chulie hyung sudah mengetahui perasaanku terhadap Siwon hyung?’ batin Kibum, “Chulie hyung, Siwon hyung” panggil Kibum, mereka yang tadinya bertengkar sekarang menatap kearah kibum, “apa!?!” tanya Siwon dengan sedikit membentak, “apa kalian sudah makan?, kalau belum aku akan membelikannya” tawar Kibum dengan gemetar takut, “tidak perlu!!, sebaiknya kau keluar dari sini!!, sekarang!!, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!!” bentak Siwon tanpa ada nada lembut sedikitpun

“b-baik, permisi” Kibum berlari kearah lift, sementara Heechul memasang tampang membunuh kearah Siwon, “kau!!, kenapa kau membentak dia hah?!” amarah Heechul memuncak

------lantai 11----

“anneyong” ucap Kibum lemas, “kau kenapa bum-ah?” tanya Ryeowook, “tidak apa-apa hyung, aku hanya sedikit ngantuk, aku masuk ke kamar dulu ya” pamit Kibum sambil tersenyum tipis
Kibum’s Pov

Mataku kembali panas, dadaku sesak, aku buru-buru masuk ke kamar yang kosong lalu menutup pintu kamar, kalau aku ingat kejadian tadi, dadaku kembali sesak, tidak terasa ada air yang jatuh dari mataku dan mengalir melewati pipiku, dan daguku, lalu jatuh ke lantai, aku tidak berniat untuk menghapus air itu, aku baru tahu rasanya jika kita sedih lalu menangis, dadaku makin lega, tidak sakit seperti dulu saat aku memendam kesedihanku terus

CKLEK…

‘eh siapa itu ya?’

Kibum’s Pov end

Author’s Pov

“Bum-ah?” sapa Leeteuk saat membuka pintu kamar yang di masuki Kibum tadi, “ne, ada apa hyung?” tanya Kibum, dengan suara parau dan mata merah sehabis menangis, “kau kenapa menangis?, apa ada masalah?” tanya Leeteuk, “ah tidak hanya masalah kecil” ucap Kibum berbohong, “tidak mungkin, selama ini kau susah di suruh menangis, jadi kalau kau menangis pasti itu karena masalah yang berat” kata Leeteuk, jawaban yang di terima Leeteuk dari Kibum adalah tetesan airmata yang deras.

“sudah, sudah, jika kau ingin menangis, menangis lah sampai puas, dan ceritakan alasan kau menangis” ujar Leeteuk sambil memeluk Kibum yang membuat tangisnya pecah di bahu Leeteuk, setelah tangis Kibum reda ia menceritakan alasan kenapa dia seperti itu, yang membuat Leeteuk murka

“CHOI SIWON!!!!!” teriakan Leeteuk membuat semua yang tinggal di lantai 11 dan lantai 12 terkejut, dia naik ke lantai 12 di ikuti Donghae, Eunhyuk dan Ryeowook, karena mereka sudah merasakan aura perkelahian dari sang Leader, “apa?” tanya Siwon seakan tidak terjadi apa-apa, “kau apakan Kibummie, hah?” tanya Leeteuk yang tangannya sudah menggenggam leher baju Siwon

“aku tidak berbuat apa-apa padanya?, kenapa hyung marah?” tanya Siwon yang ternyata sudah lupa pada kejadian tadi, “tidak mungkin, kau tidak melakukan apa-apa, hingga dia menangis” bentak Leeteuk, “dia membentaknya habis-habisan, padahal bummie hanya ingin membelikan kami makan siang” jawab seseorang dengan nada santai, yang sontak membuat semua pandangan kearah suara tersebut,

“Heechul?” tanya Leeteuk, “iya, aku, saat aku berkelahi dengan Siwon, bummie datang dan menawarkan untuk membelikkan makan siang pada kami, tapi belum sempat aku mengatakan apa-apa, dia sudah mengusirnya dan membentaknya” ucap Heechul sambil menunjuk dagunya kearah Siwon, “MINTA MAAF PADANYA!!, KALAU TIDAK, KAU TIDAK AKAN KUANGGAP SEBAGAI MEMBER SUPER JUNIOR LAGI!!, APA KAU LUPA DIA TAKUT DI BENTAK HAH?!?” perintah Leeteuk yang amarahnya sudah memuncak.

“kapan?, aku tidak menyadarinya, itu alam bawah sadarku, bukan aku” bantah Siwon, “terserah!” kata Leeteuk

BLAMM!!, suara pintu di banting dengan keras, Leeteuk kembali ke lantai 11, dan dia mencari Kibum, tapi dia tidak menemukannya, “hei, Kyu, apa kau melihat Kibum?” tanya Leeteuk, “iya, dia lari keluar sambil memakai masker biru dan topi, tapi aku tidak tau kemana dia pergi” jawab Kyuhyun tanpa melepaskan matanya dari PSPnya

Leeteuk langsung mengSMS Donghae, yang masih ada di lantai 12

SMS mode: On

Leeteuk: kau bertiga cepat berpencar, cari Kibum

Donghae: memang Kibum kemana?

Leeteuk: dia hilang, ceritanya panjang, cari saja dia

Donghae: baik hyung, aku akan mencarinya

Leeteuk: kau??, KALIAN SEMUA PABO!!

Donghae: baik hyung

Leeteuk: kecuali Siwon, aku tidak mau dia menyakiti Kibum lagi, sudah cukup tadi dia membuat Bummie menangis

Donghae: baik hyung

SMS mode: Off

“hyung, bisa kita keluar, aku ingin memberitahukanmu sesuatu” ajak Donghae sambil menarik tangan Heechul keluar, sementara Siwon masih mematung di tempatnya saat di caci maki oleh Leeteuk

Beberapa menit kemudian Heechul masuk ke kamarnya dan mengambil masker, kacamata, topi dan jaket untuk menyamar, “kau mau kemana, hyung?” tanya Siwon sambil menahan tangan Heechul

“none of your bussnises!, get your hand off!” bentak Heechul, belum sempat Heechul keluar dorm, suara hujan mengguyur jalanan yang ada di luar, “ah shit!, kibum” tanpa banyak omong, Heechul mengambil payung dan berlari keluar

Kibum’s Pov

Aku menangis lagi?, iya, menangis di bawah guyuran hujan di tepi sungai han, jika seperti ini, tidak akan ada yang mengetahui kalau aku menangis, tapi kenapa kepalaku jadi pusing, sakit, pandanganku buram dan semuanya gelap

Kibum’s pov end

Author’s pov

Heechul menemukan Kibum tergeletak di pinggir sungai Han, dia melempar payungnya dan berlari kearah Kibum, lalu menelpon Donghae untuk ke sungai Han sebelum akhirnya Hp Heechul mati karena terguyur air hujan

Tak berapa lama setelah Heechul menemukan Kibum, Donghae dan member yang lain sampai ke tepi sungai Han, “hae, bantu aku gotong dia ke mobil” perintah Heechul, Donghae dan Heechul menggotong Kibum ke mobil, Leeteuk menyetir mobil dan menuju kearah dorm

“Leeteuk hyung, tolong matikan AC, tubuh Kibum makin panas” pinta Eunhyuk, “baik” Leeteuk mematikan AC dan menambah kecepatan mobil supaya sampai di dorm dengan cepat, mereka sampai di dorm dan langsung menggotong Kibum masuk, mereka membaringkan Kibum di tempat tidur dan menyelimutinya

“Heechul, Donghae, Eunhyuk, kalian semua ganti baju, sebelum sakit, nanti aku akan menjaga Kibum bersama Sungmin dan Ryeowook” perintah Leeteuk, semua langsung mengikuti perintah Leeteuk

“hyung, demamnya makin tinggi, aku buatkan dia bubur dulu ya” ucap Ryeowook sambil berjalan kearah dapur, Leeteuk berjalan kearah kamar Kibum untuk melihat keadaan dongsaengnya itu, tubuhnya gemetar kedinginan, gigi atas dan gigi bawahnya beradu saling mengetuk menggigil, bibirnya biru, matanya sembap, badannya panas

“hyung?” suara Baritone yang sangat familiar di telinga Leeteuk  bergeming, “kau lagi!, buat apa kau kesini?!, apa kau belum puas membuat dia seperti ini?!, kau ingin membentaknya lagi, memarahinya lagi, hah?!?” marah Leeteuk, “mian hyung, mianhae, jeongmal mianhae, aku tidak bermaksud seperti itu, aku terbawa emosi saat aku bertengkar dengan Heechul” sesal Siwon

“jika maafmu bisa menyembuhkan Kibum, aku akan memaafkanmu, dan tadi apa kau bilang??, terbawa emosi?, baik, sekarang keadaan kita balik, apa responmu saat kau menjadi dia?!?” suara Leeteuk kembali meninggi, “hyung, kumohon maafkan aku, jeongmal mianhae” ucap Siwon memohon, “tunggu sampai besok, kalau Kibum belum bangun juga, aku akan membunuhmu” ancam Leeteuk dan meninggalkan Siwon berdua dengan Kibum

---keesokan harinya---

“ngh…” lenguh Kibum saat bangun, ‘hari ini dingin sekali ya, aku ke dapur dulu ah’ batin Kibum, saat dia bangun, tangannya di tahan, “Siwon hyung?” tanyanya gemetar, “mianhae bum, jeongmal mianhae” ucap Siwon, Kibum merasa trauma karena kemarin di bentak, maka dia menarik tangannya dari Siwon dan berjalan mundur, “Kibum?” ucap Siwon sambil mencoba menggapai tanga Kibum yang berada di samping badannya, tapi hasilnya nihil karena Kibum menghindar, raut wajahnya menyiratkan ketakutan, “jangan mendekatiku!” pinta Kibum

“aku tidak bermaksud---” “jangan dekati aku!!, aku takut” suara Kibum melemah dan mulai terisak, “mian” hanya itu yang di ucapkan Siwon, dia mendekati Kibum dan melebarkan kedua lengannya untuk memeluk tubuh Kibum yang lebih kecil daripada tubuh Siwon, Kibum terlonjak dan mulai memberontak, dia berusaha mendorong tubuh Siwon menjauh darinya, tapi tenaga Kibum tidak cukup untuk mendorong Siwon, akhirnya ketakutan Kibum mulai menghilang

“kenapa kau takut padaku?” tanya Siwon, “aku takut kau membentakku lagi, memarahiku lagi” surau Kibum memelan, tapi masih bisa di dengar oleh Siwon, “tidak aku tidak akan memarahimu lagi” janji Siwon, “jinja??” ujar Kibum memastikkan dan mulai berani mendongakkan wajahnya, “ne..” kata Siwon sambil tersenyum manis *manisan mna sm gula?? 0.o*

Siwon’s Pov

3 hari etelah kejadian itu, entah kenapa aku jadi menjauhi Heechul hyung, bahkan aku tidak akan mengingatnya kalau tidak ada yang mengingatkanku, pikiranku di penuhi nama Kibum, dan tiap hari aku selalu khawatir dengannya, entah apa alasannya sehingga aku begitu perhatian padanya, rasa yang kurasakan padanya pun melebihi rasa sukaku pada Heechul hyung waktu itu, wait?, waktu itu?, berarti sekarang aku tidak menyukainya lagi?, ah mungkin iya, aku tidak menyukainya lagi, aku harus memberi Heechul hyung ucapan perpisahan sepertinya

Siwon’s Pov end

Author’s Pov

Siwon mendatangi Heechul di lantai 12, “hyung, sini bentar deh” ucap Siwon, “apa?” tanya Heechul pendek

CHU….

Tanpa aba-aba *pake kuda-kuda dulu kagak? #di tendang SiChul ke bulan*, Siwon mencium Heechul *gemeteran nulisnya*

BRUK…

Siwon menghentikan aksinya (?), dan melihat kearah suara tersebut, “oh hai hyung, maaf mengganggu kalian, oh iya kalau kalian ingin makan, aku sudah bawakan di ruang makan, aku kembali dulu ya, ke lantai 11, sekali lagi mian, hhe” Kibum mencoba tertawa, walau sebenarnya susah

Kibum’s Pov

Hari ini aku menawarkan diriku untuk mengantarkan makanan ke lantai 12 ah, udah lama aku nggak ketemu Heechul hyung

Ting…

Baik aku sudah sampai, aku akan menaruh ini di ruang makan dan memberi ta…, eh itu kan Heechul hyung dan… Siwon hyung?, mereka berciuman, oh Tuhan kenapa tanganku menjadi lemas?, baik aku akan pergi dari sini mudah-mudahan aku tidak di ketahui

BRUK…

Ah sial…!!, aku menyenggol tumpukan buku, dan sekarang mereka menatapku dengan bingung, “oh hai hyung, maaf mengganggu kalian, oh iya kalau kalian ingin makan, aku sudah bawakan di ruang makan, aku kembali dulu ya, ke lantai 11, sekali lagi mian, hhe” aku mencoba tertawa, dadaku sakit melihat kejadian tadi, aku berlari dan menahan semuanya, sesampainya di lantai 11, aku masuk kekamarku lalu menguncinya, semua pertanyaan dan sapaan yang di berikan oleh hyung-hyungku dan si evil magnae Kyu, tak aku indahkan, mataku kembali panas, ya…, aku kembali menangis, setelah sekian lama aku tidak menangis dan hampir tidak mengenal menangis, sekarang aku samapi hafal dan melakukan itu hamoir setiap hari

Kibum’s pov end

Author’s Pov

----di ruang tv---

“Kibummie kenapa hyung? tidak biasanya dia mengabaikan kita?” tanya Eunhyuk pada Sungmin, “aku juga tidak tau” jawab Sungmin pendek, “memang Kibum kenapa hah??” tanya Leeteuk yang baru keluar dari dapur, “molla hyung, tadi ia masuk ke kamarnya dengan wajah lesu, dan langsung mengunci kamarnya” jelas Kyuhyun, “aish pasti gara-gara si pendeta satu itu, lihat saja sampai Kibum berubah, aku tidak akan berbicara padanya” ucap Kangin, yang entah darimana dia masuk

Ckelek….

“hyung, apakau tau kenapa Bummie jadi seperti itu?” tanya Sungmin to the point saat melihat Heechul muncul di pintu, “kenapa kau bertanya padaku?” tanya Heechul balik, “Karena aku tau, hyung tau alasannya” jawab Sungmin, “baik, aku memang tau alasannya” jawab Heechul yang membuat semua orang berkumpul di ruang Tv, “apa alasannya?” tanya Kangin nyeletuk, “Kibum tadi melihat aku di cium oleh Siwon, makanya dia seperti itu” jelas Heechul, “awas saja di pendeta itu, akan ku balas dia” geram Leeteuk, “sabar hyung, sabar” ucap Ryeowook sambil mengelus-ngelus pundak hyungnya

Author’s pov end

Siwon’s pov

Udah 2 hari nih, Kenapa sih hyung-hyungku?, pada ngediemin aku semua, apa sih yang udah aku perbuat, kog sampai-sampai aku kayak udah ngelakuin sesuatu yang fatal, udah gitu, Kibum kemana lagi??, daritadi batang idungnya belum keliatan *wah jadi oppa Cuma mau ngeliat batang hidung Kibum oppa ya #di tendang Siwon ke matahari*

Siwon’s Pov end

Author’s pov

“Bum-ah, makan dulu, dan buka pintunya” pinta Ryeowook

Cklek…

Pintu kamar terbuka, Ryeowook masuk ke kamar Kibum dan beberapa menit kemudian dia keluar lagi sambil memegang nampan yang isinya masih utuh, “wookie, bagaimana Kibum?” tanya Leeteuk khawatir, “masih belum mau, tapi keadaannya makin memburuk” jawab Ryeowook, sedangkan Leeteuk hanya menatap Siwon dengan tatapan kalau-Kibum-kenapa-napa-kau-akan-ku-cincang.

“aku akan mencoba membujuknya” tiba-tiba seseorang nyeletuk, dan tentunya menyelamatkan Siwon dari tatapan membunuh sang Umma SuJu, “kau yakin, Minnie?” tanya Eunhyuk tak percaya, “ya aku yakin, aku harus mencoba dulu, dia sudah dekat denganku selama beberapa hari ini kog” kata Sungmin meyakinkan, dia berjalan ke kamar Kibum lalu masuk, “Bum-ah, ayo kita menimbang berat badan” ajak Sungmin antusias “MWO?, menimbang berat badan?, untuk apa?” tanya Kibum bingung, “untuk mengetahui berat badan lah, ayo” Sungmin keluar dari kamar dan pergi ke kamarnya dan Kyuhyun, sementara member yang duduk di meja makan hanya bisa melihat tingkah Sungmin bingung, “hyung, apa membujuk orang makan harus pakai alat timbang berat badan?” tanya Yesung dengan pabonya *digorok clouds*, “aku juga tidak tau” jawab Leeteuk

Sungmin menaruh alat timbangan tersebut di lantai, lalu menaiki alat itu sendiri, “berat badanku 57 kilo, coba kau, kira-kira beratmu tambah atau malah berkurang ya?” kata Sungmin sambil menarik paksa Kibum menuju alat timbang tersebut, “beratku 58 kilo hyung” jawab Kibum sebelum kakinya menginjak timbangan, tapi hasil yang terpampang sangat berbeda, “OMO!, beratmu sekarang hanya 53 kilo, ayo makan” ajak Sungmin, “tidak hyung, aku kenyang” jawab Kibum sambil berjalan kearah jendela dan duduk di situ, “belum lapar?, tapi kau belum makan selama 4 hari, apa kau tidak lapar?” tanya Sungmin, “belum” jawab Kibum sambil tersenyum simpul, ‘oh Tuhan, jangan buat dia memasang wajah itu, aku miris melihatnya’ batin Sungmin, “baik aku keluar dulu ya Kibummie” pamit Sungmin

Author’s pov end

Kibum’s pov

Apa kata Sungmin hyung tadi?, lapar?, bahkan aku sudah tidak mengenali rasa itu lagi, cukup sakit untuk melihat orang yang kita sukai seperti itu, membuat aku sedih dengan orang yang sama dan di temat yang sama pula, tidak terasa berat badanku sudah turun 5 kilo, padahal aku baru tidak makan selama 4 hari, aish kepalaku pusing lagi, mataku kembali buram dan semua gelap

Kibum’s pov end

Author’s pov

“ya sudah biar aku yang coba, karena ini ada sangkut pautnya denganku” kini sang Cinderella menawarkan diri, “ya sudah, jika kau tidak berhasil, maka terpaksa aku harus memaksanya” ujar Leeteuk, sementara Siwon masih belum bergeming di tempatnya, “HYUNG…!!!, tolong panaskan mobil, Kibum pingsan!!” teriak Heechul.

Kangin berlari ke bawah sedangkan Leeteuk dan Sungmin berlari kearah sumber suara, yang tersisa di ruang makan hanyalah Yesung, Ryeowook, Kyuhyun dan Siwon

“tunggu, sebenarnya ada apa ini?, apa yang membuat Kibum seperti ini dan kenapa semua orang mendiamiku selama 4 hari ini?” tanya Siwon pada Kyuhyun, “none of your bussnises!, just take care of your bible, and never mind about this!” ucap Kyuhyun dingin, “tolong beritahu aku” pinta Siwon “maaf Siwon, aku pikir, kau seharusnya intropeksi diri, dan ingat-ingat kembali apa yang telah kau lakukan padanya 2 hari yang lalu” ujar Kyuhyun pada Siwon tanpa memakai embel-embel ‘hyung’, “ya!, kau ini tidak sopan sekali memanggilku tanpa hyung” ujar Siwon, “YA!!, masih mending aku yang tidak sopan daripada kau yang tidak peka terhadapnya” bentak Kyuhyun lalu berlalu di hadapan Siwon

“sebenarnya ada apa sih?” tanya Siwon pada Ryeowook, “aku sebenarnya ingin memberi taumu tapi aku takut pada hyung-hyung pokoknya kau melakukkan sesuatu pada Heechul hyung 4 hari yang lalu, lalu dia masuk ke kamar dan mengurung diri deh” kata Ryeowook dengan sabar, “memang aku sudah melakukkan apa pada Heechul hyung?” tanya Siwon masih bingung, “pikirkan saja sendiri, kau ini bagaimana sih” ucap Yesung keras *kya…, Yesung pabonya nggak kumat #di masak sama clouds*

‘aish, apa ya kesalahanku?, ah mungkin saat aku mencium Heechul?, tapi waktu itu dia tersenyum kog, tapi dia langsung berlari meninggalkan lantai 12, dan mulai saat itu dia mengunci diri di kamar’ batin Siwon, “apa karena aku mencium Heechul?, tapi kenapa dia marah?, dia kan tau kalau aku pernah mempunyai rasa pada Heechul” tanya Siwon ke Yesung, “kau ini!!, apa alasan yang memungkinkan orang bertindak sepertinya hah??” tanya Yesung, “cinta” jawab Siwon pendek, “jadi kau sudah tau kenapa dia seperti itu?“ tanya Yesung

“tunggu.., apa kau bilang tadi?, ‘pernah’ mempunyai rasa pada Heechul hyung?” celetuk Ryeowook sambil memberi penekanan pada kata ‘pernah’, “iya, aku pernah suka pada Heechul dan entah mengapa setelah aku membentak Kibum sampai dia jatuh sakit, perasaanku ke Heechul hyung menjadi hilang” gumam Siwon, “jika seperti itu untuk apa kau mencium Heechul?, untuk membuat Kibum menderita?, oh kau sangat pintar, CHOI SIWON” ucap Yesung

----hospital---

“hyung!!, aku mau pulang” pinta Kibum, suaranya makin melemah, “aku akan membawamu pulang kalau kau berjanji akan makan di dorm” ucap kangin dengan pandangan jika-kau-tidak-mau-kau-akan-berada-di-sini-terus, “ne baik” ujar Kibum dengan suara yang mulai habis

Mereka akhirnya pulang ke dorm, tapi selama 3 hari usaha Kangin mengancam Kibum untuk makan tidak juga di indahkan olehnya

Kibum’s pov

3 hari badanku makin lemas, dan makin kurus, lama-lama aku terlihat seperti mayat hidup saja, di tambah lagi aku selalu melihat dan mendengar Siwon dan Heechul, ah lebih baik aku mengakhiri saja semua ini, sepertinya tadi aku melihat pecahan kaca di mana ya?, nah ini dia, aku gores di sini saja deh

Tes..tes..tes..

Cairan itu mulai mengubah warna seprai di kasurku

Kibum’s pov end

Author’s pov

“tolong, bujuk Kibum, dia semakin pucat” Leeteuk memohon pada Siwon, “baiklah hyung aku akan coba” ujar Siwon, dia berjalan ke kamar Kibum, “Bum-ah??” panggil Siwon, “ada apa hyung?” tanya Kibum, “mianhae bum-ah, aku selalu membuatmu sedih” ucap Siwon terisak lalu memeluk Kibum, “eh? Tapi hyung kan menyukai Heechul hyung, jadi biar aku yang mencoba menghilangkan rasa ini” ucap Kibum melemah, dia menyembuyikan tangannya di selimut untuk menutupinya dari Siwon

“jangan!, aku..aku..Saranghae, jeongmal saranghae bummie” ucap Siwon, tapi tidak ada jawaban yang di berikan oleh Kibum, Siwon menegakkan tubuh Kibum dan menyadari kalau dia sudah tidak sadar diri, dan dia membuka selimut yang di gunakan Kibum untuk menutupi tangannya, tanpa banyak pikir, Siwon menggotong Kibum dan membawanya kerumah sakit, di susu oleh member-member lainnya, “KYA…, SUPER JUNIOR..!!” teriak para ELF yang kebetulan berada di rumah sakit, “aish banyak gaya!!” umpat Siwon kesal, dokter yang menangani Kibum pun keluar *loh??,mang kapan tuh dokter masuk 0.o*

“gimana dok keadaannya?, baik-baik saja kan?, apa dia sakit?, atau kekurangan sesuatu?” tanya Siwon bertubi-tubi pada dokter itu, “saudara Kibum sudah melewati masa kritis sekarang dia hanya butuh istirahat dan makan, karena di lihat, dia sudah tidak makan berhari-hari” saran dokter tersebut, “baik dok kami akan memastikannya” ucap Leeteuk, sementara Siwon sudah masuk duluan ke ruang rawat Kibum

Kibum’s Pov

Di mana ini?, serba putih, bau obat, banyak orang, AC, ranjang, infuse, selang di tanganku, hei ada siluet wajah orang tepat di hadapanku, tapi itu siapa?, aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan saat sudah jelas, “KYA….!!, menyeramkan!!!” teriakku sambil menelungkupkan kedua tanganku di wajah orang itu, “ya!, bum-ah, kau ini” hei, suara itu, suara yang sudah sangat ku kenal, “Siwon hyung?” tanyaku, “iya ini aku?, kau belum menjawab pernyataanku tadi” ucap Siwon

Kibum’s pov end

Author’s pov

“memang tadi hyung bertanya apa padaku?” tanya Kibum, “aish kau ini bodoh atau pabo sih?, aku bilang ‘PERNYATAAN’ bukan ‘PERTANYAAN’ kibum..” ucap Siwon jengkel, “haish, hyung itu sinting atau gila sih?, bodoh dan pabo itu kan sama saja” ledek Kibum, “jadi balasanmu apa?” tanya Siwon, “memang tadi kau bilang apa padaku” tanya Kibum balik dengan watados (wajah tanpa dosa), “tadi aku bilang, saranghae, lalu kau balas apa?” tanya Siwon dengan sadar dan sabar, “aku bilang Nado sarangheyo, and don’t make me sad again”, “I prom15e” ucap Siwon

---END----

Terima kgk trima pkok’a msti end

Friends Never Lies (Oneshot)



Cast: all SS501 member and Sung Hye Na *ooc*

Genre: friendship, real story

Length: still Oneshot

Disclaimer: mereka milik Tuhan n ortu’a, bkn milik saya, klo crita’a milik saya sm Riesya bkn milik mreka juga

Summary: kau percaya jika hantu itu ada, bersahabat, baik dan penolong?
Kim Hyun Joong: Leader
Heo Young Saeng: Saeng
Kim Kyu Jong: Kyu Jong
Park Jung Min: Jung Min
Kim Hyung Joon: Joon/Baby oppa / Ghost *mian mian, cm boongan doang kog, bkn bneran setan*

Author’s Pov

Saeng masuk ke kelasnya, yang masih sepi, karena waktu bel masuk sekolah masih lama

“hai” panggil sesosok yang hanya bisa di lihat Saeng, “Joon?, ah bogoshipo, sudah lama aku tidak bertemu denganmu, kau kenapa ada di sekolahku?” tanya Saeng padanya

“aku kangen sama sahabat pertamaku saat aku sudah seperti ini tau” ucap sesosok yang bernama Joon, “haha, ya sudah kau di sini saja, aku juga kangen dengan sahabat pertamaku, yang mengajariku untuk tidak takut saat aku benar dan menemaniku terus” ucap Saeng

“apa yang kau lakukan Saeng hyung?” tanya Jungmin, “berbicara pada sahabatku” ucap Saeng innocent, “mwo?, siapa?, di kelas ini hanya ada kita berdua” tanya Jungmin

“ah, dia bukanlah manusia, melainkan makhluk yang menembus jika kau gerakkan tanganmu seperti ini” ucap Saeng sambil menggerak-gerakkan tangannya seakan memotong-motong tubuh tembus pandang Joon yang menembus

“hah?, jangan bercanda!, hantu itu tidak ada, jangan bohong” sangkal Jungmin tak percaya, “aish, dia ada, masih di sini, kau saja yang tidak bisa melihatnya” ucap Saeng tak mau kalah, “hantu itu tidak ada, sekali lagi ku tegaskan, HANTU ITU TIDAK ADA” ucap Jungmin memberi penekanan pada setiap kata-kata, lalu berjalan keluar dari kelas

“KAU BOLEH TIDAK PERCAYA, TAPI JANGAN  PERNAH BILANG KALAU DIA TIDAK ADA!” teriak Saeng sebelum Jungmin benar-benar keluar dari kelas

“sudah jangan bertengkar dengan sahabatmu” ucap Joon menengahi, Joon hanya mengangguk, “aku pergi dulu ya bye” pamit Joon lalu menghilang menembus tembok kelas

@koridor sekolah

“hai, sendiri?” tanya yeoja yang melihat Jungmin duduk sendiri mendengarkan lagu dari headphonenya dan mengaduk-ngaduk minuman yang di pesan

“kau buta?, memang aku sekarang dengan siapa?” tanya Jungmin ketus, “hha, kan aku hanya menyapa, oh iya choneun Sung Hye Na imnida, panggil saja aku Hyena” ucapnya memperkenalkan diri, “siapapun kamu, aku tidak peduli” balas Jungmin masih ketus, “kau sedang kesal dengan temanmu karena dia bilang kalau dia mempunyai sahabat sesosok hantu ya kan?” tanya Hyena

“kau tau dari mana?” tanya Jungmin yang kini menatap Hyena bingung, “aku tadi melihatmu dengan temanmu di kelas” ucap Hyena, “Stalker!” umpat Jungmin pada Hyena, “no, I’m not, I jus see you, not stalked” ucap Hyena tenang

“jadi maksudmu kesini ada apa?” tanya Jungmin dingin, “aku ingin tau kalau dia sebenarnya bohong padamu, jangan percaya padanya” ucap Hyena, “dia sahabatku, kenapa kau malah yang mengaturku hah?” tanya Jungmin marah

“kita lihat kebusukan dari temanmu itu” ucap Hyena, “terserah kau saja, jika menurutmu dia salah, ya sudah” ucap Jungmin pasrah

‘anak itu, mudah sekali aku bohongi dan bodohi, aku tidak akan mennyia-nyiakan anak bodoh sepertinya untuk membantuku, hha’ batin Hyena

KRING

@classroom

“Hai” sapa Hyun Joong bersama Kyu Jong, “hai juga” ucap Saeng senang, “kenapa kau tersenyum-senyum sendiri?” tanya Kyu Jong, “aku hanya senang, tadi sahabatku main kesini, tapi sekarang dia sudah pulang” ucap Saeng

“oh, siapa namanya?” tanya Hyun Joong, “Joon, Kim Hyung Joon” ucap Saeng, “namanya mirip dengan namamu hyung” ucap Kyu Jong, “beda ah” balas Hyun Joong

Jungmin memasuki kelasnya lalu pindah duduk ke tempat paling belakang, dia hanya diam

Saat bel istirahat berbunyi Hyena menghampiri Jungmin, “kenapa?, kau rindu dengan teman-temanmu itu hah?” tanya Hyena

“kenapa kau itu bawel sekali?” tanya Jungmin kesal, “hahaha, itulah aku” jawab Hyena

Pulang sekolah, mereka semua pulang, Joon sudah menunggu Saeng di pohon dekat gerbang sekolah, “hai Joon, kau kesini lagi” panggil Saeng, “iya, eh aku mau membuntuti Jungmin dan Hyena nih” ucap Joon

“eh? Waeyo?” tanya Saeng, “kulihat, Hyena itu merencanakan sesuatu yang buruk pada Jungmin yang akan merusak persahabatan kalian berempat” ucap Joon, “kau yakin akan hal itu?” tanya Saeng

“yakin tidak yakin sih, tapi mau gimana lagi, aku kan mau membuktikannya dan juga aku ingin persahabatan kalian tidak pecah” ucap Joon

“ya sudah, kalau itu yang terbaik, lakukan saja, aku akan mendukungmu, hwaiting!” ucap Saeng, “ya sudah aku pulang ya, jadilah stalker-nya mereka yang terbaik, hha” lanjut Saeng

---Malam harinya *Saeng’s Home*---

“Saeng” panggil Joon, “bagaimana?, apa ucapanmu yang tadi benar?” tanya Saeng, “iya, wanita itu, bermuka dua, dia ingin membuat Jungmin menjadi tidak percaya padamu lalu dia akan membuat kalian hancur, persis seperti kataku yang tadikan?” ucap Joon, “lalu dari mana kau bisa tau, tidak mungkin kan dia berbicara sembarangan sekalipun itu di kamarnya” ucap Saeng

“memang tidak, dia hanya berangan-angan” balas Joon, “lalu kenapa kau bisa tau?” tanya Saeng, “aduh, ganteng-ganteng tapi nge-loading, kan aku bukan manusia, otomatis aku bisa baca pikiran” ucap Joon meledek Saeng

“ah iya, aku lu_”

Cklek…

“Saeng?” panggil Kyu Jong, “ne, ada apa?” tanya Saeng, “kau bicara dengan siapa?” tanya Kyu Jong lalu berjalan mendekati Saeng, “dengan sahabatku…, mungkin kau tidak akan percaya jika aku sedang berbicara dengan lawan bicara, tapi itulah” ucap Saeng

“oh, aku hanya bisa melihat bayang-bayangnya sedikit samar-samar” ucap Kyu Jong, “ya sudah, Joon, kau bisa menampakkan dirimu kan” ucap Saeng, Joon mengangguk dan bayang-bayang samar yang di lihat Kyu Jong berbubah menjadi makin jelas

“hai” sapa Joon, “h-hai juga?, kau hantu?” tanya Kyu Jong, “iya, lebih tepatnya arwah” ucap Joon, “kamu sangat bagus untuk ukuran sesosok hantu” balas Kyu Jong

“kapan kau bertemu dengannya?” tanya Kyu Jong lagi, “aku bertemu dengannya di…”

Flashback

Seorang anak laki-laki berumur 2 tahun bermain di halaman rumahnya yang penuh dengan pohon besar, dia mengambil kerikil dan mulai melemparkannya kearah buah-buah di pohonnya yang sudah matang sampai ada anak laki-laki lain yang lebih tua darinya 3 tahun *di sini, Joon aku ubah jadi lebih tua ya, bkn magnae*

“hei, kenapa kau melempar-lempar kerikil itu?” tanyanya, “aku bosan, aku ingin bermain, tapi aku anak tunggal, umma dan appa-ku bekerja di kantor, lalu pengasuhku berada di belakang, jadi aku melempar-lempar saja” ucap Saeng

“namamu siapa?” tanya anak itu, “Heo Young Saeng imnida” ucap Saeng, “lalu nama hyung siapa?” lanjut Saeng, “namaku Kim Hyung Joon, panggil saja aku Joon” ucap Joon

“tubuhmu kenapa berbeda denganku?, aku masih bisa melihat tembok yang berada di belakangmu” ucap Saeng bingung, “aku bukan manusia, tapi aku adalah arwah” jelas Joon

“arwah?, kata umma-ku, arwah itu orang yang sudah meninggal, seperti haelmoniku *tlisan’a bner ga sih?*, kata umma-ku arwah itu menakutkan, wajahnya hancur, tapi kamu kog enggak hancur?” tanya Saeng innocent

“haha, anak kecil tidak usah banyak bertanya, kita main yuk” ajak Joon, “ne, kita main di sana yuk” ajak Saeng menuju ke teras rumahnya

“kita main apa?, buat nama dengan jahitan yuk” ajak Joon, “maksudmu apa?” tanya Saeng bingung, “kau membentuk namamu dari jahitan di kertas ini” ucap Joon

“eh?, kog kertas?” tanya Saeng, “haelmoni-ku kalau menjahit itu di baju atau di kain yang sangat lebar” lanjut Saeng, “kan kita main doank, bukan jahit beneran” balas Joon, “Young Saeng, ayo ma__kau berbicara dengan siapa?” tanya pengasuhnya yang keluar membawa piring berisi makanan untuk Saeng

“ini temanku, namanya Joon, Joon aku makan dulu ya, nanti kita lanjut lagi” ucap Saeng sedangkan pengasuhnya hanya diam karena bingung

Flashback off

“…di situlah kami bertemu” ucap Saeng mengakhiri ceritanya pada Kyu Jong, “oh, wow, ngomong-ngomong, kenapa kau jadi arwah?” tanya Kyu Jong, “kami meninggal karena kecelakan lalu lintas” jelas Joon

“kami?” tanya Kyu Jong tidak mengerti, “iya, kami, aku meninggal sekeluarga” jelas Joon

“ah maaf”

---keesokan harinya---

“Jungmin, kau mencoba menjauh dari kami ya?” tanya Hyun Joong to the point, “menurutmu?, aku tidak mau dekat kalian, aku takut tertular menjadi aneh, seperti Saeng, bersahabat dengan hantu, sangat bohong” ucap Jungmin meremehkan

Saeng yang marah karena namanya di sebut-sebut mendatangi meja Jungmin

BRAK!!

Saeng yang terkenal pendiam dan sabar *ce ilah*, menggebrak meja Jungmin, “KAU!, sudah kuperingatkan!, JIKA KAU TIDAK PERCAYA, YA SUDAH TIDAK APA-APA, TAPI JANGAN SEKALI-KALI KAU BILANG JIKA DIA TIDAK ADA!” bentak Saeng, seisi kelas melihat kearah mereka dengan tatapan bingung dan takut, melihat seorang Saeng yang biasanya diam, tiba-tiba mengamuk *lu kate dia binatang buas*

“masih mau marah?” tanya Jungmin dingin, “TIDAK!” ucap Saeng lalu keluar dari kelas membawa tasnya, dia pergi ke taman belakang sekolah lalu merebahkan dirinya di bangku panjang

Plok plok plok

“hahaha, what a fool people?!, kau dan Jungmin sama-sama gampang di bohongi, apa kalian memang tercipta untuk jadi pecundang, dasar namja-namja bodoh!” ucap Hyena dari belakang

“you!, what the hell is this?!, kau membuat persahabatan kami hancur, masih kurang hah?!” tanya Saeng penuh emosi, “sudah, sudah cukup untukku, kali ini” ucap Hyena tersenyum menang, “sudah lah, Jungmin sudah ku cuci otaknya, dia tidak akan mempercayai kalian lagi” lanjut Hyena lalu pergi

“ok, aku harus menemuinya dan menjelaskan apa yang telah terjadi” putus Saeng

---another place---

“apa?, jika aku menampakkan diriku sekali lagi, aku tidak akan bisa berkeliaran di dunia lagi?” tanya Joon, “iya, kau sudah 2 kali menampakkan diri, jika 1 kali lagi kau menampakkan diri,maka kau tidak akan bisa ke dunia lagi”

“baiklah” ucap Joon pasrah

---class---

“hai” sapa Joon, “hai, kog baru datang?” tanya Kyu Jong, “iya aku sedang men__” “kau mau apa membawaku kemari?” berontak Jungmin, “aku ingin meluruskan masalah ini” ucap Saeng, “eh kau, kebetulan ada di sini, aku ingin meluruskan semuanya” lanjut Saeng

“kau bicara pada siapa?, berpura-pura lagi hah?” tanya Jungmin sinis, “tidak!” bantah Kyu Jong

“Hyena mencuci otakmu, dia ingin merusak persahabatan kita hanya karena kau tidak percaya dengan adanya Joon” jelas Saeng, “Joon?, siapa dia?” tanya Jungmin, “dia sahabatku yang kau bilang tidak ada” balas Saeng

“Joon, kau bisa menampakkan dirimu pada dia kan?” pinta Saeng

Joon’s pov

“iya, kau sudah 2 kali menampakkan diri, jika 1 kali lagi kau menampakkan diri,maka kau tidak akan bisa ke dunia lagi”

Aku ingin menampakkan diri tapi aku tidak bisa

“aku ingin menampakkan diriku tapi nanti aku tidak bisa bertemu denganmu lagi” akhirnya aku mengucapkan kalimat itu

“kenapa?” tanya Saeng, “aku hanya di beri 3 kesempatan menampakkan diri, nah aku sudah memakainya 2 kali, jika aku memakainya sekali lagi, aku akan kembali ke surga dan tidak bertemu denganmu” ucapku, dan aku yakin yang mendengar hanya Kyu Jong dan Saeng, sementara Jungmin tidak akan mendengarku

Joon’s Pov end

Author’s pov

“kenapa?, tidak bisa ya?, itu berarti kau bohong” ucap Jungmin, ‘sialan anak ini!, baik aku akan menggunakan kesempatanku yang terakhir’ putus Joon

Joon mulai menampakkan dirinya, Jungmin yang tadinya hanya sinis, sekarang bisa melihat Joon dengan jelas

“kau?, asli?” tanya Jungmin, “iya dan jangan pernah tidak mempercayai sahabatmu, kau Saeng, aku temanmu, aku bisa mengetahui apa yang kamu tidak dan belum ketahui karena kau tidak mengetahui diriku 100%” ucap Joon

Joon’s Pov

Tubuhku seperti di terpa angina badai, kulitku mulai mongering dan mengelupas, sangat perih dan hilang!

Tapi aku masih bisa membuka mataku, dan ternyata aku masih di sini, koridor sekolah Saeng, kenapa bisa?, aku pun tidak tau

Kau sangat tulus dan setia kawan, aku menyelamatkanmu Karena jiwa baikmu itu, kau hebat, berkorban demi sahabatmu

Dan akhirnya aku masih bisa berkeliling di dunia tapi sudah tidak bisa lagi menampakkan diri

Help We Semes! (OneShot)

Pairing: SuJu’s official couples

Length: oneshot

Genre: romantic, humor (maybe), GaJe (absolutely)

Disclaimer: semua pemain itu milik Tuhan, tapi ceritanya milik saya lah, masa milik Tuhan juga

Summary: apa jadinya kalau uke-uka di culik, terus para seme mencoba membebaskan mereka



Author’s pov

---Zhoury & Kyumin---

“Mimi-gege, kita makan es krim yuk” rengek Henry, “Kyu, temani kami makan eskrim, jangan main terus” Sungmin ikut berbicara, “ah nanti saja hyung, aku dan Zhoumi-gege kan belum naik level nih” ucap Kyuhyun, “iya Mochi, aku ingin menaikkan level dulu, baru kita makan ya” rajuk Zhoumi, “terserah” ucap Henry dan Sungmin bersamaan

Blam… *suara paan tuh? 0.o*

Sura pintu di banting oleh uke, “pasti ngambek lagi deh” gumam Zhoumi dan Kyuhyun, “ya udah lah, palingan juga entar balik lagi, lanjutin aja mainnya” suruh Kyuhyun

---Kangteuk & Hanchul---

“kalian itu ngapain sih?” tanya Leeteuk pada Kangin dan Hangeng, “udahlah, nggak perlu tau, kalian itu uke, ini urusan seme” ucap Hangeng, “oh, jadi udah mulai bisa ngebantah nih ceritanya?” tanya Heechul horror, “iya, lebih tepatnya bukan ngebantah tapi Cuma nggak mau masalah seme di ketahui oleh uke” jawab Kangin, “ME-NYE-BAL-KAN”     teriak Leeteuk dan Heechul sambil memberi penekanan pada setiap suku kata

---Haehyuk---

“ya! Donghae, kau tidak mendengarkan ucapanku?” marah Eunhyuk, “ah maaf, aku tidak dengar” ucap Donghae enteng, “aish, keterlaluan” ucap Eunhyuk jengkel, “jangan marah donk” rajuk Donghae, “terlambat” jawab Eunhyuk lalu keluar dari kamar mereke

---Yewook---

“hai anak-anakku” ucap Yesung saat memberi makan Ddangko-brothers-nya, “hyung, kenapa Ddangko-brothers terus sih yang di perhatikan, aku jarang sekali seperti itu” ucap Ryeowook, “mereka kan anak-anakku” ucap Yesung, “iya mereka anak-anakmu dan aku bukan siapa-siapamu” ucap Ryeowook marah lalu pergi ke ruang tengah

---Sibum---

“hyung, kau nge-gym tidak nanti siang?” tanya Kibum, “tidak tau” ucap Siwon tnpa melepaskan pandangannya dari Alkitab, “hyung, lihat orang yang ngomong kek” ucap Kibum kesal, “ah, tanggung nih, sedikit lagi” ucap Siwon, “sedikit lagi-mu itu sama saja 1 jam mendatang, hyung” balas Kibum, “tidak kog, sedikit lagi” kata Siwon, “aih, sudahlah, teruskan saja bacaanmu itu, moga-moga Tuhan memberimu akal budi bagaimana cara memperlakukan uke dengan baik, A-MIN” sindir Kibum pada Siwon lalu berjalan keruang tengah

---Uke’s side---

“PARA SEME YANG MENYEBALKAN!” teriak uke-uke berbarengan di ruang tengah, “kita pergi keluar saja yuk, daripada di dorm, nggak ada angina segar” ucap Leeteuk pada uke yang lain, “LET’S GO!” sambut uke-uke yang lain antusias

Mereka pergi berjalan-jalan berkeliling-keliling kota Seoul, sampai akhirnya ada yang membekap mereka semua sampai pingsan lalu membawanya ke tempat yang pengap *tuh penjahat ada berapa ya?, kan uke-uke jumlahnya ada 7* penjahat itu berjumlah 2x lipat daripada jumlah uke-uke *OMMO!!*

“aish, dimana ini?” tanya Henry yang mulai siuman, “ini bukan dapur di dorm saat Kyu memasak kan?” kini Sungmin yang angkat bicara, “ini juga bukan gudang dorm kan?” tanya Heechul, “sejak kapan dorm kita mempunyai gudang hyung?” tanya Ryeowook innocent, “yang aku tau, dorm kita tidak mempunyai gudang” kata Leeteuk, “ah aku bisa mati di sini” ucap Kibum frustrasi, “memangnya kenapa Bum?” tanya Eunhyuk, “tidak ada buku di sini, tidak ada yang bisa aku baca” ucap Kibum, “jangan pikirkan yang lain dulu, pikirkan dulu bagaimana cara kita keluar dari sini?” ucap Henry

“wow, mereka sudah siuman ternyata” ucap penculik yang menculik para uke, “kita bawa mereka ke sana” ucap yang lainnya sambil menunjuk ruangan di sisi kanan yang terlihat lebih luas

---Seme’s side---

“aish, uke-uke kemana sih?” tanya Kangin, “tidak tau, apa mereka marah?” tanya Kyuhyun, “itu pasti, nah sekarang bagaimana cara mencarinya?” tanya Hangeng panik, “hyung, lihat ini” suruh Siwon yang dsri tadi berkutat dengan laptop Kibum, “apa ini?” tanya Donghae bingung, “ini pelacak, sekarang uke-uke berada di gedung bekas yang sudah tidak terpakai lagi di dekat *** (ketauan mles mikir) hotel” ucap Siwon, “dimana-mana, yang namanya gedung bekas itu, pasti sudah tidak terpakai lagi, kuda” celetuk Yesung

“sudah, sepertinya aku tau itu dimana” ucap Zhoumi, “ah iya, di belakang bukit itu loh” lanjut Zhoumi, “ya sudah, sekarang kita ke parkiran dan jalan menuju ke sana” perintah Kangin, “sekarang?” tanya Hangeng, “TAHUN DEPAN” ucap para seme kecuali Hangeng, mereka menuju tempat yang sudah di lacak oleh Siwon

BRAK….!

Suara pintu di dobrak dengan keras, “eh?, tidak ada orangnya?” tanya Yesung bingung, kalian tau apa yang di pakai para seme?, mereka memakai piyama berwarna warni karena panik akan keadaan uke-uke, mereka terlihat seperti anak-anak kecil yang sedang bermain perang-perangan (pasti imut tuh)

---Uke’s side---

“kalian mau apa?” tanya Sungmin takut, “mau main sama kalian, kalian itu seperti namja” gumam salah satu dari penculik, “HWATDS?!?, SEPERTI NAMJA?!?, JADI MAKSUDMU KAMI ITU YEOJA?!?” bentak uke-uke pada penculik-penculik yang banyaknya melebihi mereka, “memang benar kan?” tanya yang lainnya, “iya juga sih gege, kita kan emang jadi uke” ucap Henry, “KYA….!!, MA APA KALIAN?” para seme berteriak saat para uke sudah di tindih oleh penculik-penculik nggak jelas dari mana asalnya itu, “HEI JANGAN BERDIRI SAJA, TOLONG KAMI, PABOYA” jerit uke-uke histeris

“oh iya, kita bagi tujuh tujuh, uke-uke, ambil senjata, seme juga!” perintah Heechul dan Leeteuk, mereka semua mengambil balok-balok kayu yang berada di belakan mereka, “LARI!! Dan jangan lepaskan balok kalian!” perintah Heechul, “mau kemana kau?” ucap salah satu penculik itu lalu membuang balok Heechul, sementara uke lain hanya bisa memandang Heechul dengan tatapan kasihan, penculik itu tinggal ber-enam karena yang 1 lagi sudah di pukul Heechul makanya Heechul di apit

Heechul memberi tanda para uke yang lain untuk memukul penculik ini karena posisi mereka di belakang penculik-penculik ini, tapi yang namanya uke pasti nggak tegaan, Heechul pun panik, “siapa member super junior yang kalian idolakan untuk menjadi pacar kalian?” tanya Heechul yang membuat mata uke-uke terbelalak, “Zhoumi, dia tuh ganteng abis”, “Siwon, badannya paling bagus”, “Yesung, suaranya bikin melting”, “Donghae, pendek sih tapi dancing machine”, “Kyuhyun, kan masih berondong”, “Kangin, dia itu paling laki-laki”

BUGH…!!!

Serangan balok kayu merobohkan tubuh penculik-penculik itu, “JANGAN PERNAH BERBUAT MACAM MACAM DENGAN MIMI-GEGE/ SIWONNIE/ SUNGIE/ FISHY/ GAMEKYU/ RACOON!” teriak uke-uke dengan tampang membunuh, “kalau tentang seme aja, kalian baru sadis” sindir Heechul, “kau juga, penculik pertama, kau pukul karena dia bilang, ingin berciuman dengan Hangeng kan?” ucap Leeteuk, “iya juga sih, yasudsh kita lihat para seme yuk”, mereka mencari seme-seme di setiap ruangan

“hei kalian, ayo lawan para uke juga” teriak Heechul, “memang kalian bisa apa, cantik?” goda salah satu penculik sambil mencolek dagu Heechul, “siapa member super junior yang kalian idolakan untuk menjadi pasangan kalian?” tanya Heechul, “hah dia menggunakan pertanyaatn itu lagi” gumam uke lainnya, “Sungmin, dia itu manis, lucu, girly lagi”, “Henry, dia pintar main biola, terus juga imutHeHHHHHHHH”, “Heechul, dia kan paling cantik”, “Leeteuk, dia itu keibu-ibuan gitu terus juga manis”, “Kibum, dia kan pintar terus suka baca buku”, Heechul melirik kearah seme-seme di belakang penculik-penculik itu, para seme sudah mulai terpancing amarahnya, “aku suka Ryeowook, dia paling innocent”, “hmm, Eunhyuk, dancing machine”

BUGH…!!

Pukulan tangan kosong berhasil membuat penculik itu terkapar di lantai, “BERANI BERANINYA KALIAN BERKHAYAL SEPERTI ITU TENTANG PUMPKIN/ MOCHI/ CINDERELLA/ MY ANGEL/ SNOW WHITE/ WOOKIE/ MONKEY!!, LANGKAHI DULU MAYATKU KALAU MAU MEMILIKI MEREKA!!” ucap para seme geram, “kan tadi sudah ku suruh pakai balok, kenapa kau memakai tangan kosong?” tanya Leeteuk

“tangan kami gatal, ingin membunuh mereka dengan tangan hampa rasanya” jawab Kangin, “kenapa kalian pergi tadi?” tanya Hangeng, “kenapa gege memakai piyama berwarna warni?” tanya Henry dengan tampang innocent, “kami panik tau, lagian kenapa kalian pergi sih?” tanya Zhoumi, “kami kesal Karen kalian, jadi kami pergi lalu bekeliling-keliling kota Seoul dan menyamar sebagai perempuan, eh tidak di sangka-sangka banyak yang terpesona dengan kami saat kami menyamar sebagai yeoja” ucap uke-uke berbarengan

“ya sudah, mianhae, ayo pulang, untung kalian masih jadi perawan, coba kalau kami terlambat, pasti sudah tidak perawan lagi tuh” ucap para seme

PLETAK…!!!

Jitakan para uke mendarat mulus di kepala para couplenya “kami itu namja pabo, bukan yeoja, jadi kami bukan perawan” ucap Heechul horror yang membuat nyali para seme ciut, “baiklah, para uke-uke yang cantik dan tampan” ucap Siwon sambil melemparkan senyumnya ke Heechul, “hyung masih mau kena pukulan buku hard cover?” tanya Kibum menyindir

“ah itu kan hanya kiasan, Bummie” ucap Siwon, akhirnya mereka pulang ke dorm lagi

END

Terima ga terima, ikhlas ga ikhlas dan ridho ga ridho, pkoknya hrus end di sini