Pairing: (Main!) SiBum, (Slight!) other SuJu Member
Genre: Romance, YAOI (males cari latar belakang selain dorm SuJu)
Length: oneshot
Rating: PG-13
Disclaimer: Semua pemain itu milik yang di atas *Genteng donk* *PLAKK, RALAT*, semua pemain itu milik Tuhan
Kibum Pov
Minggu ini aku ingin main ke dorm SuJu ah, aku kangen sama semuanya, maklum lah, akhir-akhir ini aku lebih sering pulang ke rumah daripada tinggal di dorm, makanya sekarang aku sudah berada di lantai 11, biasanya jam segini member Suju lagi ngumpul di lantai 11, aku kangen sama Siwon hyung, haha, aku memang sedikit pabo, aku tau Siwon Hyung itu Cuma suka sama Heechul hyung walaupun Heechul hyung sudah jadian sama Hankyung hyung, dan nggak akan pernah suka sama aku.
Akh…, sudah lah, dadaku makin sakit dan sesak mengingat itu, mataku panas, ciri-ciri orang sedih lalu ingin menangis tapi selama hyung-hyungku tidak mendiamiku jadi aku lebih memilih untuk menyimpan semua kesedihanku di dalam hati, dan lebih suka tersenyum, untuk mengganti ekspresi sedihku
“kya…, kibummie…, bogoshipo” teriak Sungmin hyung, yang langsung menarik semua perhatian member-member SuJu sekaligus membuyarkan lamunanku, “aish, hyung, jangan kencang-kencang, itu bisa membuat orang tuli” candaku, aku mengedarkan pandanganku ke setiap sudut dorm, tapi yang kutemukan bukan Siwon hyung, melainkan Eunhae, Kyumin, Yewook, Kangteuk dan Zhoury, eh sepertinya ada yang kurang, hmm oh iya, Hankyung hyung sama Heechul hyung di mana ya, aku tanya saja deh, “hyung, Hankyung hyung, Heechul hyung dan Siwon hyung kemana?” tanya Kibum pada hyung-hyungnya yang sedang sibuk sendiri, “ah tidak tau, kau ke lantai 12 saja sana, mungkin mereka ada di sana” usul Leeteuk hyung, “ah baik, aku juga ingin mengajak Chulie hyung pergi ke mall untuk membeli sepatu dan ingin makan siang, aku ke lantai atas dulu ya” ujarku lalu pergi menuju lift dan naik ke lantai 12
“anneyong haseo” sapaku, ‘di sini sepi sekali, tidak terdeteksi adanya kahidupan di lantai 12, saking sepinya, aku malah bisa mendengar suara ribut dari lantai 11.
Kibum’s Pov end
Author’s Pov
Brak!!!, suara itu membuat Kibum kaget sekaligus deg-degan, ia berjalan kearah suara tersebut dan melihat 2 orang yang sedang bertengkar, “Siwon hyung dan Heechul hyung, kenapa mereka bertengkar?” tanya Kibum berbisik takut di ketahui keberadaannya, “aku ingin hyung melupakan dia, dan lihat aku, aku menyukai hyung lebih daripada dia” ucap Siwon, “kau tidak tau apa-apa, aku menyukai dia, bukan kau, jadi buang rasa itu, dan lihat di sekelilingmu, ada orang yang mencintaimu juga” bentak Heechul
‘jadi Chulie hyung sudah mengetahui perasaanku terhadap Siwon hyung?’ batin Kibum, “Chulie hyung, Siwon hyung” panggil Kibum, mereka yang tadinya bertengkar sekarang menatap kearah kibum, “apa!?!” tanya Siwon dengan sedikit membentak, “apa kalian sudah makan?, kalau belum aku akan membelikannya” tawar Kibum dengan gemetar takut, “tidak perlu!!, sebaiknya kau keluar dari sini!!, sekarang!!, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!!” bentak Siwon tanpa ada nada lembut sedikitpun
“b-baik, permisi” Kibum berlari kearah lift, sementara Heechul memasang tampang membunuh kearah Siwon, “kau!!, kenapa kau membentak dia hah?!” amarah Heechul memuncak
------lantai 11----
“anneyong” ucap Kibum lemas, “kau kenapa bum-ah?” tanya Ryeowook, “tidak apa-apa hyung, aku hanya sedikit ngantuk, aku masuk ke kamar dulu ya” pamit Kibum sambil tersenyum tipis
Kibum’s Pov
Mataku kembali panas, dadaku sesak, aku buru-buru masuk ke kamar yang kosong lalu menutup pintu kamar, kalau aku ingat kejadian tadi, dadaku kembali sesak, tidak terasa ada air yang jatuh dari mataku dan mengalir melewati pipiku, dan daguku, lalu jatuh ke lantai, aku tidak berniat untuk menghapus air itu, aku baru tahu rasanya jika kita sedih lalu menangis, dadaku makin lega, tidak sakit seperti dulu saat aku memendam kesedihanku terus
CKLEK…
‘eh siapa itu ya?’
Kibum’s Pov end
Author’s Pov
“Bum-ah?” sapa Leeteuk saat membuka pintu kamar yang di masuki Kibum tadi, “ne, ada apa hyung?” tanya Kibum, dengan suara parau dan mata merah sehabis menangis, “kau kenapa menangis?, apa ada masalah?” tanya Leeteuk, “ah tidak hanya masalah kecil” ucap Kibum berbohong, “tidak mungkin, selama ini kau susah di suruh menangis, jadi kalau kau menangis pasti itu karena masalah yang berat” kata Leeteuk, jawaban yang di terima Leeteuk dari Kibum adalah tetesan airmata yang deras.
“sudah, sudah, jika kau ingin menangis, menangis lah sampai puas, dan ceritakan alasan kau menangis” ujar Leeteuk sambil memeluk Kibum yang membuat tangisnya pecah di bahu Leeteuk, setelah tangis Kibum reda ia menceritakan alasan kenapa dia seperti itu, yang membuat Leeteuk murka
“CHOI SIWON!!!!!” teriakan Leeteuk membuat semua yang tinggal di lantai 11 dan lantai 12 terkejut, dia naik ke lantai 12 di ikuti Donghae, Eunhyuk dan Ryeowook, karena mereka sudah merasakan aura perkelahian dari sang Leader, “apa?” tanya Siwon seakan tidak terjadi apa-apa, “kau apakan Kibummie, hah?” tanya Leeteuk yang tangannya sudah menggenggam leher baju Siwon
“aku tidak berbuat apa-apa padanya?, kenapa hyung marah?” tanya Siwon yang ternyata sudah lupa pada kejadian tadi, “tidak mungkin, kau tidak melakukan apa-apa, hingga dia menangis” bentak Leeteuk, “dia membentaknya habis-habisan, padahal bummie hanya ingin membelikan kami makan siang” jawab seseorang dengan nada santai, yang sontak membuat semua pandangan kearah suara tersebut,
“Heechul?” tanya Leeteuk, “iya, aku, saat aku berkelahi dengan Siwon, bummie datang dan menawarkan untuk membelikkan makan siang pada kami, tapi belum sempat aku mengatakan apa-apa, dia sudah mengusirnya dan membentaknya” ucap Heechul sambil menunjuk dagunya kearah Siwon, “MINTA MAAF PADANYA!!, KALAU TIDAK, KAU TIDAK AKAN KUANGGAP SEBAGAI MEMBER SUPER JUNIOR LAGI!!, APA KAU LUPA DIA TAKUT DI BENTAK HAH?!?” perintah Leeteuk yang amarahnya sudah memuncak.
“kapan?, aku tidak menyadarinya, itu alam bawah sadarku, bukan aku” bantah Siwon, “terserah!” kata Leeteuk
BLAMM!!, suara pintu di banting dengan keras, Leeteuk kembali ke lantai 11, dan dia mencari Kibum, tapi dia tidak menemukannya, “hei, Kyu, apa kau melihat Kibum?” tanya Leeteuk, “iya, dia lari keluar sambil memakai masker biru dan topi, tapi aku tidak tau kemana dia pergi” jawab Kyuhyun tanpa melepaskan matanya dari PSPnya
Leeteuk langsung mengSMS Donghae, yang masih ada di lantai 12
SMS mode: On
Leeteuk: kau bertiga cepat berpencar, cari Kibum
Donghae: memang Kibum kemana?
Leeteuk: dia hilang, ceritanya panjang, cari saja dia
Donghae: baik hyung, aku akan mencarinya
Leeteuk: kau??, KALIAN SEMUA PABO!!
Donghae: baik hyung
Leeteuk: kecuali Siwon, aku tidak mau dia menyakiti Kibum lagi, sudah cukup tadi dia membuat Bummie menangis
Donghae: baik hyung
SMS mode: Off
“hyung, bisa kita keluar, aku ingin memberitahukanmu sesuatu” ajak Donghae sambil menarik tangan Heechul keluar, sementara Siwon masih mematung di tempatnya saat di caci maki oleh Leeteuk
Beberapa menit kemudian Heechul masuk ke kamarnya dan mengambil masker, kacamata, topi dan jaket untuk menyamar, “kau mau kemana, hyung?” tanya Siwon sambil menahan tangan Heechul
“none of your bussnises!, get your hand off!” bentak Heechul, belum sempat Heechul keluar dorm, suara hujan mengguyur jalanan yang ada di luar, “ah shit!, kibum” tanpa banyak omong, Heechul mengambil payung dan berlari keluar
Kibum’s Pov
Aku menangis lagi?, iya, menangis di bawah guyuran hujan di tepi sungai han, jika seperti ini, tidak akan ada yang mengetahui kalau aku menangis, tapi kenapa kepalaku jadi pusing, sakit, pandanganku buram dan semuanya gelap
Kibum’s pov end
Author’s pov
Heechul menemukan Kibum tergeletak di pinggir sungai Han, dia melempar payungnya dan berlari kearah Kibum, lalu menelpon Donghae untuk ke sungai Han sebelum akhirnya Hp Heechul mati karena terguyur air hujan
Tak berapa lama setelah Heechul menemukan Kibum, Donghae dan member yang lain sampai ke tepi sungai Han, “hae, bantu aku gotong dia ke mobil” perintah Heechul, Donghae dan Heechul menggotong Kibum ke mobil, Leeteuk menyetir mobil dan menuju kearah dorm
“Leeteuk hyung, tolong matikan AC, tubuh Kibum makin panas” pinta Eunhyuk, “baik” Leeteuk mematikan AC dan menambah kecepatan mobil supaya sampai di dorm dengan cepat, mereka sampai di dorm dan langsung menggotong Kibum masuk, mereka membaringkan Kibum di tempat tidur dan menyelimutinya
“Heechul, Donghae, Eunhyuk, kalian semua ganti baju, sebelum sakit, nanti aku akan menjaga Kibum bersama Sungmin dan Ryeowook” perintah Leeteuk, semua langsung mengikuti perintah Leeteuk
“hyung, demamnya makin tinggi, aku buatkan dia bubur dulu ya” ucap Ryeowook sambil berjalan kearah dapur, Leeteuk berjalan kearah kamar Kibum untuk melihat keadaan dongsaengnya itu, tubuhnya gemetar kedinginan, gigi atas dan gigi bawahnya beradu saling mengetuk menggigil, bibirnya biru, matanya sembap, badannya panas
“hyung?” suara Baritone yang sangat familiar di telinga Leeteuk bergeming, “kau lagi!, buat apa kau kesini?!, apa kau belum puas membuat dia seperti ini?!, kau ingin membentaknya lagi, memarahinya lagi, hah?!?” marah Leeteuk, “mian hyung, mianhae, jeongmal mianhae, aku tidak bermaksud seperti itu, aku terbawa emosi saat aku bertengkar dengan Heechul” sesal Siwon
“jika maafmu bisa menyembuhkan Kibum, aku akan memaafkanmu, dan tadi apa kau bilang??, terbawa emosi?, baik, sekarang keadaan kita balik, apa responmu saat kau menjadi dia?!?” suara Leeteuk kembali meninggi, “hyung, kumohon maafkan aku, jeongmal mianhae” ucap Siwon memohon, “tunggu sampai besok, kalau Kibum belum bangun juga, aku akan membunuhmu” ancam Leeteuk dan meninggalkan Siwon berdua dengan Kibum
---keesokan harinya---
“ngh…” lenguh Kibum saat bangun, ‘hari ini dingin sekali ya, aku ke dapur dulu ah’ batin Kibum, saat dia bangun, tangannya di tahan, “Siwon hyung?” tanyanya gemetar, “mianhae bum, jeongmal mianhae” ucap Siwon, Kibum merasa trauma karena kemarin di bentak, maka dia menarik tangannya dari Siwon dan berjalan mundur, “Kibum?” ucap Siwon sambil mencoba menggapai tanga Kibum yang berada di samping badannya, tapi hasilnya nihil karena Kibum menghindar, raut wajahnya menyiratkan ketakutan, “jangan mendekatiku!” pinta Kibum
“aku tidak bermaksud---” “jangan dekati aku!!, aku takut” suara Kibum melemah dan mulai terisak, “mian” hanya itu yang di ucapkan Siwon, dia mendekati Kibum dan melebarkan kedua lengannya untuk memeluk tubuh Kibum yang lebih kecil daripada tubuh Siwon, Kibum terlonjak dan mulai memberontak, dia berusaha mendorong tubuh Siwon menjauh darinya, tapi tenaga Kibum tidak cukup untuk mendorong Siwon, akhirnya ketakutan Kibum mulai menghilang
“kenapa kau takut padaku?” tanya Siwon, “aku takut kau membentakku lagi, memarahiku lagi” surau Kibum memelan, tapi masih bisa di dengar oleh Siwon, “tidak aku tidak akan memarahimu lagi” janji Siwon, “jinja??” ujar Kibum memastikkan dan mulai berani mendongakkan wajahnya, “ne..” kata Siwon sambil tersenyum manis *manisan mna sm gula?? 0.o*
Siwon’s Pov
3 hari etelah kejadian itu, entah kenapa aku jadi menjauhi Heechul hyung, bahkan aku tidak akan mengingatnya kalau tidak ada yang mengingatkanku, pikiranku di penuhi nama Kibum, dan tiap hari aku selalu khawatir dengannya, entah apa alasannya sehingga aku begitu perhatian padanya, rasa yang kurasakan padanya pun melebihi rasa sukaku pada Heechul hyung waktu itu, wait?, waktu itu?, berarti sekarang aku tidak menyukainya lagi?, ah mungkin iya, aku tidak menyukainya lagi, aku harus memberi Heechul hyung ucapan perpisahan sepertinya
Siwon’s Pov end
Author’s Pov
Siwon mendatangi Heechul di lantai 12, “hyung, sini bentar deh” ucap Siwon, “apa?” tanya Heechul pendek
CHU….
Tanpa aba-aba *pake kuda-kuda dulu kagak? #di tendang SiChul ke bulan*, Siwon mencium Heechul *gemeteran nulisnya*
BRUK…
Siwon menghentikan aksinya (?), dan melihat kearah suara tersebut, “oh hai hyung, maaf mengganggu kalian, oh iya kalau kalian ingin makan, aku sudah bawakan di ruang makan, aku kembali dulu ya, ke lantai 11, sekali lagi mian, hhe” Kibum mencoba tertawa, walau sebenarnya susah
Kibum’s Pov
Hari ini aku menawarkan diriku untuk mengantarkan makanan ke lantai 12 ah, udah lama aku nggak ketemu Heechul hyung
Ting…
Baik aku sudah sampai, aku akan menaruh ini di ruang makan dan memberi ta…, eh itu kan Heechul hyung dan… Siwon hyung?, mereka berciuman, oh Tuhan kenapa tanganku menjadi lemas?, baik aku akan pergi dari sini mudah-mudahan aku tidak di ketahui
BRUK…
Ah sial…!!, aku menyenggol tumpukan buku, dan sekarang mereka menatapku dengan bingung, “oh hai hyung, maaf mengganggu kalian, oh iya kalau kalian ingin makan, aku sudah bawakan di ruang makan, aku kembali dulu ya, ke lantai 11, sekali lagi mian, hhe” aku mencoba tertawa, dadaku sakit melihat kejadian tadi, aku berlari dan menahan semuanya, sesampainya di lantai 11, aku masuk kekamarku lalu menguncinya, semua pertanyaan dan sapaan yang di berikan oleh hyung-hyungku dan si evil magnae Kyu, tak aku indahkan, mataku kembali panas, ya…, aku kembali menangis, setelah sekian lama aku tidak menangis dan hampir tidak mengenal menangis, sekarang aku samapi hafal dan melakukan itu hamoir setiap hari
Kibum’s pov end
Author’s Pov
----di ruang tv---
“Kibummie kenapa hyung? tidak biasanya dia mengabaikan kita?” tanya Eunhyuk pada Sungmin, “aku juga tidak tau” jawab Sungmin pendek, “memang Kibum kenapa hah??” tanya Leeteuk yang baru keluar dari dapur, “molla hyung, tadi ia masuk ke kamarnya dengan wajah lesu, dan langsung mengunci kamarnya” jelas Kyuhyun, “aish pasti gara-gara si pendeta satu itu, lihat saja sampai Kibum berubah, aku tidak akan berbicara padanya” ucap Kangin, yang entah darimana dia masuk
Ckelek….
“hyung, apakau tau kenapa Bummie jadi seperti itu?” tanya Sungmin to the point saat melihat Heechul muncul di pintu, “kenapa kau bertanya padaku?” tanya Heechul balik, “Karena aku tau, hyung tau alasannya” jawab Sungmin, “baik, aku memang tau alasannya” jawab Heechul yang membuat semua orang berkumpul di ruang Tv, “apa alasannya?” tanya Kangin nyeletuk, “Kibum tadi melihat aku di cium oleh Siwon, makanya dia seperti itu” jelas Heechul, “awas saja di pendeta itu, akan ku balas dia” geram Leeteuk, “sabar hyung, sabar” ucap Ryeowook sambil mengelus-ngelus pundak hyungnya
Author’s pov end
Siwon’s pov
Udah 2 hari nih, Kenapa sih hyung-hyungku?, pada ngediemin aku semua, apa sih yang udah aku perbuat, kog sampai-sampai aku kayak udah ngelakuin sesuatu yang fatal, udah gitu, Kibum kemana lagi??, daritadi batang idungnya belum keliatan *wah jadi oppa Cuma mau ngeliat batang hidung Kibum oppa ya #di tendang Siwon ke matahari*
Siwon’s Pov end
Author’s pov
“Bum-ah, makan dulu, dan buka pintunya” pinta Ryeowook
Cklek…
Pintu kamar terbuka, Ryeowook masuk ke kamar Kibum dan beberapa menit kemudian dia keluar lagi sambil memegang nampan yang isinya masih utuh, “wookie, bagaimana Kibum?” tanya Leeteuk khawatir, “masih belum mau, tapi keadaannya makin memburuk” jawab Ryeowook, sedangkan Leeteuk hanya menatap Siwon dengan tatapan kalau-Kibum-kenapa-napa-kau-akan-ku-cincang.
“aku akan mencoba membujuknya” tiba-tiba seseorang nyeletuk, dan tentunya menyelamatkan Siwon dari tatapan membunuh sang Umma SuJu, “kau yakin, Minnie?” tanya Eunhyuk tak percaya, “ya aku yakin, aku harus mencoba dulu, dia sudah dekat denganku selama beberapa hari ini kog” kata Sungmin meyakinkan, dia berjalan ke kamar Kibum lalu masuk, “Bum-ah, ayo kita menimbang berat badan” ajak Sungmin antusias “MWO?, menimbang berat badan?, untuk apa?” tanya Kibum bingung, “untuk mengetahui berat badan lah, ayo” Sungmin keluar dari kamar dan pergi ke kamarnya dan Kyuhyun, sementara member yang duduk di meja makan hanya bisa melihat tingkah Sungmin bingung, “hyung, apa membujuk orang makan harus pakai alat timbang berat badan?” tanya Yesung dengan pabonya *digorok clouds*, “aku juga tidak tau” jawab Leeteuk
Sungmin menaruh alat timbangan tersebut di lantai, lalu menaiki alat itu sendiri, “berat badanku 57 kilo, coba kau, kira-kira beratmu tambah atau malah berkurang ya?” kata Sungmin sambil menarik paksa Kibum menuju alat timbang tersebut, “beratku 58 kilo hyung” jawab Kibum sebelum kakinya menginjak timbangan, tapi hasil yang terpampang sangat berbeda, “OMO!, beratmu sekarang hanya 53 kilo, ayo makan” ajak Sungmin, “tidak hyung, aku kenyang” jawab Kibum sambil berjalan kearah jendela dan duduk di situ, “belum lapar?, tapi kau belum makan selama 4 hari, apa kau tidak lapar?” tanya Sungmin, “belum” jawab Kibum sambil tersenyum simpul, ‘oh Tuhan, jangan buat dia memasang wajah itu, aku miris melihatnya’ batin Sungmin, “baik aku keluar dulu ya Kibummie” pamit Sungmin
Author’s pov end
Kibum’s pov
Apa kata Sungmin hyung tadi?, lapar?, bahkan aku sudah tidak mengenali rasa itu lagi, cukup sakit untuk melihat orang yang kita sukai seperti itu, membuat aku sedih dengan orang yang sama dan di temat yang sama pula, tidak terasa berat badanku sudah turun 5 kilo, padahal aku baru tidak makan selama 4 hari, aish kepalaku pusing lagi, mataku kembali buram dan semua gelap
Kibum’s pov end
Author’s pov
“ya sudah biar aku yang coba, karena ini ada sangkut pautnya denganku” kini sang Cinderella menawarkan diri, “ya sudah, jika kau tidak berhasil, maka terpaksa aku harus memaksanya” ujar Leeteuk, sementara Siwon masih belum bergeming di tempatnya, “HYUNG…!!!, tolong panaskan mobil, Kibum pingsan!!” teriak Heechul.
Kangin berlari ke bawah sedangkan Leeteuk dan Sungmin berlari kearah sumber suara, yang tersisa di ruang makan hanyalah Yesung, Ryeowook, Kyuhyun dan Siwon
“tunggu, sebenarnya ada apa ini?, apa yang membuat Kibum seperti ini dan kenapa semua orang mendiamiku selama 4 hari ini?” tanya Siwon pada Kyuhyun, “none of your bussnises!, just take care of your bible, and never mind about this!” ucap Kyuhyun dingin, “tolong beritahu aku” pinta Siwon “maaf Siwon, aku pikir, kau seharusnya intropeksi diri, dan ingat-ingat kembali apa yang telah kau lakukan padanya 2 hari yang lalu” ujar Kyuhyun pada Siwon tanpa memakai embel-embel ‘hyung’, “ya!, kau ini tidak sopan sekali memanggilku tanpa hyung” ujar Siwon, “YA!!, masih mending aku yang tidak sopan daripada kau yang tidak peka terhadapnya” bentak Kyuhyun lalu berlalu di hadapan Siwon
“sebenarnya ada apa sih?” tanya Siwon pada Ryeowook, “aku sebenarnya ingin memberi taumu tapi aku takut pada hyung-hyung pokoknya kau melakukkan sesuatu pada Heechul hyung 4 hari yang lalu, lalu dia masuk ke kamar dan mengurung diri deh” kata Ryeowook dengan sabar, “memang aku sudah melakukkan apa pada Heechul hyung?” tanya Siwon masih bingung, “pikirkan saja sendiri, kau ini bagaimana sih” ucap Yesung keras *kya…, Yesung pabonya nggak kumat #di masak sama clouds*
‘aish, apa ya kesalahanku?, ah mungkin saat aku mencium Heechul?, tapi waktu itu dia tersenyum kog, tapi dia langsung berlari meninggalkan lantai 12, dan mulai saat itu dia mengunci diri di kamar’ batin Siwon, “apa karena aku mencium Heechul?, tapi kenapa dia marah?, dia kan tau kalau aku pernah mempunyai rasa pada Heechul” tanya Siwon ke Yesung, “kau ini!!, apa alasan yang memungkinkan orang bertindak sepertinya hah??” tanya Yesung, “cinta” jawab Siwon pendek, “jadi kau sudah tau kenapa dia seperti itu?“ tanya Yesung
“tunggu.., apa kau bilang tadi?, ‘pernah’ mempunyai rasa pada Heechul hyung?” celetuk Ryeowook sambil memberi penekanan pada kata ‘pernah’, “iya, aku pernah suka pada Heechul dan entah mengapa setelah aku membentak Kibum sampai dia jatuh sakit, perasaanku ke Heechul hyung menjadi hilang” gumam Siwon, “jika seperti itu untuk apa kau mencium Heechul?, untuk membuat Kibum menderita?, oh kau sangat pintar, CHOI SIWON” ucap Yesung
----hospital---
“hyung!!, aku mau pulang” pinta Kibum, suaranya makin melemah, “aku akan membawamu pulang kalau kau berjanji akan makan di dorm” ucap kangin dengan pandangan jika-kau-tidak-mau-kau-akan-berada-di-sini-terus, “ne baik” ujar Kibum dengan suara yang mulai habis
Mereka akhirnya pulang ke dorm, tapi selama 3 hari usaha Kangin mengancam Kibum untuk makan tidak juga di indahkan olehnya
Kibum’s pov
3 hari badanku makin lemas, dan makin kurus, lama-lama aku terlihat seperti mayat hidup saja, di tambah lagi aku selalu melihat dan mendengar Siwon dan Heechul, ah lebih baik aku mengakhiri saja semua ini, sepertinya tadi aku melihat pecahan kaca di mana ya?, nah ini dia, aku gores di sini saja deh
Tes..tes..tes..
Cairan itu mulai mengubah warna seprai di kasurku
Kibum’s pov end
Author’s pov
“tolong, bujuk Kibum, dia semakin pucat” Leeteuk memohon pada Siwon, “baiklah hyung aku akan coba” ujar Siwon, dia berjalan ke kamar Kibum, “Bum-ah??” panggil Siwon, “ada apa hyung?” tanya Kibum, “mianhae bum-ah, aku selalu membuatmu sedih” ucap Siwon terisak lalu memeluk Kibum, “eh? Tapi hyung kan menyukai Heechul hyung, jadi biar aku yang mencoba menghilangkan rasa ini” ucap Kibum melemah, dia menyembuyikan tangannya di selimut untuk menutupinya dari Siwon
“jangan!, aku..aku..Saranghae, jeongmal saranghae bummie” ucap Siwon, tapi tidak ada jawaban yang di berikan oleh Kibum, Siwon menegakkan tubuh Kibum dan menyadari kalau dia sudah tidak sadar diri, dan dia membuka selimut yang di gunakan Kibum untuk menutupi tangannya, tanpa banyak pikir, Siwon menggotong Kibum dan membawanya kerumah sakit, di susu oleh member-member lainnya, “KYA…, SUPER JUNIOR..!!” teriak para ELF yang kebetulan berada di rumah sakit, “aish banyak gaya!!” umpat Siwon kesal, dokter yang menangani Kibum pun keluar *loh??,mang kapan tuh dokter masuk 0.o*
“gimana dok keadaannya?, baik-baik saja kan?, apa dia sakit?, atau kekurangan sesuatu?” tanya Siwon bertubi-tubi pada dokter itu, “saudara Kibum sudah melewati masa kritis sekarang dia hanya butuh istirahat dan makan, karena di lihat, dia sudah tidak makan berhari-hari” saran dokter tersebut, “baik dok kami akan memastikannya” ucap Leeteuk, sementara Siwon sudah masuk duluan ke ruang rawat Kibum
Kibum’s Pov
Di mana ini?, serba putih, bau obat, banyak orang, AC, ranjang, infuse, selang di tanganku, hei ada siluet wajah orang tepat di hadapanku, tapi itu siapa?, aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan saat sudah jelas, “KYA….!!, menyeramkan!!!” teriakku sambil menelungkupkan kedua tanganku di wajah orang itu, “ya!, bum-ah, kau ini” hei, suara itu, suara yang sudah sangat ku kenal, “Siwon hyung?” tanyaku, “iya ini aku?, kau belum menjawab pernyataanku tadi” ucap Siwon
Kibum’s pov end
Author’s pov
“memang tadi hyung bertanya apa padaku?” tanya Kibum, “aish kau ini bodoh atau pabo sih?, aku bilang ‘PERNYATAAN’ bukan ‘PERTANYAAN’ kibum..” ucap Siwon jengkel, “haish, hyung itu sinting atau gila sih?, bodoh dan pabo itu kan sama saja” ledek Kibum, “jadi balasanmu apa?” tanya Siwon, “memang tadi kau bilang apa padaku” tanya Kibum balik dengan watados (wajah tanpa dosa), “tadi aku bilang, saranghae, lalu kau balas apa?” tanya Siwon dengan sadar dan sabar, “aku bilang Nado sarangheyo, and don’t make me sad again”, “I prom15e” ucap Siwon
---END----
Terima kgk trima pkok’a msti end