Pairing: Sibum, Zhoury and Han Eun Ri
Genre: Romance, Angst, Sad, Happy ending
Length: OneShot
Disclaimer: kyk biasa
Summary: kau mencintainya setulus hati tapi dia bukan orang yang tepat untuk kau cintai, kau bersikap dingin, sampai ada org yang tepat tapi kau tidak mencintainya bahkan menyadarinya saja tidak
Warning: genderswitch, gaje
Backsound: What Should I Do?? –Jang Geun Suk-
Siwon's Pov
Aku berjalan menyusuri jalan ini, memperhatikan jalan dan gerakan kakiku, lagu mengalun indah di telingaku yang di hubungkan oleh headsetku, menapaki jalan gelap yang hanya di terangi oleh beberapa lampu jalan
BRUK!!
Aish sial, aku menabrak..... Yeoja??, “mianhamnida” ucapku lalu melepas headsetku dan ikut membereskan benda-benda yeoja yang berserakan karena bertabrakan denganku tadi, “mianhamnida” ucap yeoja itu, suaranya terdengar indah di telingaku, jantungku ikut berdetak lebih cepat
Dia mendongakkan kepalanya, rambut hitam lurus sesikunya dengan poni yang tak beraturan membingkai wajahnya yang seputih salju dan bibir yang semerah buah cherry, pipinya merona merah, wajahnya mulus dan.... Cantik, dia berdiri dan kembali berjalan sambil sesekali berlari kecil
aku mengikutinya sampai akhirnya dia berhenti di sebuah panti asuhan
keesokan harinya, aku membuntutinya lagi, sampai akhirnya aku tahu namanya, Han Eun Ri, aku mencari tau tentang dia dengan bantuan orang-orang suruhanku,
aku mulai dekat dengannya, berbicara dengannya, tapi mencapai itu semua bukanlah hal yang mudah dan gampang, butuh 9 bulan untuk seperti itu
aku menyukai killer smile-nya, dagunya yang runcing saat dia tersenyum, pipinya yang memerah jika ku goda dan wajahnya yang merah padam saat tidak sengaja memakan ramen pedas
karena perjuanganku yang sangat berat itu, maka aku tidak akan pernah melepaskannya
“Siwon oppa” suara itu membuyarkan lamunanku, aku menoleh kearahnya, “ya?? Ada apa??” tanyaku
“aku ingin pergi ke tempat yang jauh, apa boleh??” tanya Eunri hati-hati, “tidak apa-apa asal kau tetap bersamaku” jawabku
dia hanya tersenyum, dan 1 hal yang ku sadari, tiap hari, bibirnya makin pucat
tanpa aba-aba lagi, dia pergi, lebih tepatnya meninggalkanku dengan berlari, instingku bilang kalau aku harus mengikutinya, dia terus berlari sampai akhirnya dia menghilang dan aku berhenti di sebuah lapangan luas penuh dengan rumput
ada 1 buah papan tertancap di tanah yang menarik perhatianku, aku mendekati papan itu dan mulai membaca tulisannya
R.I.P
Han Eun Ri
11-8-1990 S/D 12-2-2005
setelah membacanya, jantungku serasa berhenti sejenak, hatiku hancur berkeping-keping, dia hanya hidup sampai umur 15 tahun, tapi aku bertemu dengannya saat dia berumur 21 tahun, aku menangis, aku kehilangan orang yang membuat hari-hariku berwarna
Thanks for coloring my life
I know if you are gone now
I won’t never forget you
6 bulan setelah kejadian itu, aku tetap bersikap dingin dengan semua yeoja, cintaku masih tersimpan untuk Eunri, sampai akhirnya orangtuaku menjodohkanku dengan yeoja lain
Aku, kembaranku, Zhoumi dan kedua orangtuaku berada di ruang tamu teman mereka, mereka berceloteh, sedangkan aku hanya berkutat dengan ponselku dan Zhoumi, jangan di tanya lagi, dia pasti kencan dengan PSPnya karena istrinya tidak ikut, aku tidak mendengar suara yeoja yang akan di jodohkan denganku sama sekali dari awal, aku juga belum melihat wajahnya sama sekali
aku putuskan untuk mengangkat wajahku dan melihat yeoja yang duduk berhadap-hadapan denganku, dia hanya memainkan jarinya sambil menunduk, rambutnya hitam berkilau, panjang sesiku dan poni tak beraturan
sangat mirip dengan Eunri, dan aku tetap belum sempat melihat wajahnya
Saat pernikahan itu aku baru melihat wajahnya, kulitnya putih seperti salju, bibirnya semerah apel, benar-benar tiruan Eunri yang sempurna, tapi aku masih tetap bersikap dingin dengannya karena menurutku tidak ada yang bisa menggantikan Eunri, dan anehnya, yeoja yang menjadi istriku ini, belum memperdengarkan suaranya, apa dia bisu??
“jangan kaget dengan Kibum, dia hanya berbicara jika dia sudah benar-benar kesal, tapi dia belum pernah membentak” tiba-tiba Ummanya berbicara padaku, seakan mengetahui pikiranku
Siwon's Pov End
Kibum's Pov
aku menyukainya, tapi dia selalu bersikap dingin padaku, hha, memang tidak ada yang mencintaiku selain keluargaku
Sret!
Argh..., tanganku teriris pisau, perihnya, ah sudahlah, tidak usah di fikirkan, hanya 1 jari ini kan?, nanti juga sembuh, aku ambil es batu dulu deh untuk membekukan lukaku
Cklek...
“aku pulang” suara baritone yang ku rindukan bergema, aku belum pernah berbicara dengannya selama 6 bulan setelah pernikahan ini, kalau dia bertanya, aku paling hanya menjawab dengan anggukan, gelengan, bahasa tubuh, atau tulisan di kertas, aku bisa berbicara tapi aku malas, aku buru-buru menyembunyikan es batu yang kupakai untuk membekukan lukaku
“sshh” aku meringis karena kecerobohanku, pinggiran meja yang runcing menggores perutku, lebih tepatnya bukan menggores tapi menusuk, aku yakin luka dalam sudah terbentuk di perutku, berdarah??, itu pasti, darahnya pun sudah mulai merembes ke kaos putihku, kupegang bagian kaosku yang rembes, supaya tidak kelihatan
“kau kenapa?” tanyanya, aku hanya menggeleng, karena aku tau, walaupun aku meninggal pun dia tidak akan peduli, “oh, kau mau kemana sekarang??” tanyanya lagi, aku hanya menunjuk keatas lalu beranjak naik, tapi pandanganku buram
Kibum's Pov End
Author's Pov
Kibum mencoba menaiki tangga tapi dia tidak bisa menjaga keseimbangannya
BRUK!
Siwon tersentak mendengar suara itu, dia berlari ke arah suara itu, dia melihat Kibum menumpukan tangannya pada anak tangga yang lebih tinggi dan kaos putihnya ternoda oleh cairan merah yang merembes membentuk lingkaran yang makin membesar di sisi kanan bawah kaos itu
“Kibum! Kau berdarah?!” ucap Siwon panik, Kibum mendongak, dia memindahkan tangannya ke kaus yang terkena rembesan darah, dia hanya menggeleng pelan, lalu mulai menaiki tangga ke lantai atas, lebih tepatnya ke kamar tidur mereka, Kibum mulai membuka kotak P3K, dan mengobati lukanya
“argh...” Kibum meringis menahan perih, airmata sudah menggenang di pelupuk matanya menahan sakit ‘sakit di hatiku masih jauh lebih sakit daripada sakit di perutku’ batin Kibum
Author's Pov End
Siwon's Pov
kenapa dia??, darah di bajunya, dasar keras kepala, sudah begitu bahkan dia tidak mau memberi tahu keluhannya
Siwon's Pov End
Author's Pov
malam hari menjelang, Kibum tetap berada di kamar, Siwon naik ke kamarnya, dia melihat istrinya telah lelap, dia naik ke ranjang dan ikut tidur, di tengah malam, tangan Siwon tak sengaja bergeser ke perut Kibum yang luka
“akh..” ringis Kibum pelan tapi Siwon tidak mendengar ringisan Kibum, dia memindahkan tangan Siwon perlahan dan kembali tidur
Author's Pov End
Siwon's Pov
aish..., tugas ini membunuh otakku, mengurus perusahaan tak semudah mengurus diri, “Wonnie~” suara itu, suara yang membuatku muak, ya dia adalah Jessica, perempuan yang hanya mengincar hartaku dengan bayaran tubuhnya, cih! menjijikkan!
CHU~~
dia menciumku??, dasar perempuan murahan!, untungnya first kiss-ku bukan dia yang mengambil “apa maksudmu menciumku tadi?” tanyaku dingin
“untuk menunjukkan cintaku padamu” ucapnya dengan nada yang di buat se-aegyo mungkin
Aku mengedarkan pandanganku keluar jendela ruang kantorku
Siapa itu?, aku melihat siluet orang lewat tadi…, aku ikuti saja ah, aish, yeoja ini tidak bisa diam apa ya??, memamerkan senyum dari wajah plastiknya, tapi maaf saja aku hanya bisa di bius oleh Killer smile-nya Eunri, aku mendorong Jessica menjauh dan mengejar orang yang membuatku penasaran
Ah itu dia, benar, kan kataku, tadi itu ada orang, dia pasti melihat apa saja yang di lakukan Jessica padaku, aish kenapa pikiranku jadi kacau begini?, kalau ada yang melihat memangnya kenapa?, lagipula aku memang belum menyukai perempuan selain Eunri kan?, Kibum, eh? Kenapa aku jadi mengingatnya?, apa hubungannya dia dengan Eunri?
Aku tetap mengikutinya, semakin aku percepat langkahku, dia makin cepat menyusuri tangga, akhirnya sampai di lobby juga, akan ku kejar yeoja i_ “Kibum?” tanyaku meyakinkan saat aku melihat wajahnya, matanya merah, apa dia kurang tidur ya??, dia menyerahkan kotak bekal lalu berlari meninggalkan lobby kantorku, di atasnya ada surat yang bertuliskan
Ini, bekal makan siangmu, aku membuat bibimbap, mungkin tidak terlalu enak, tapi cukuplah untuk porsi makanmu, selamat makan ^_^
Aku melihat icon orang tersenyum di akhir suratnya, melihat itu aku sudah biasa, dia selalu memberikan icon sebagai ekspresinya, kenapa aku ingin menangis?, aku merasa telah membuat salah yang sangat besar padanya, aku masih bergeming dari tempatku, setelah beberapa menit, aku kembali naik keruanganku, aku melihat Jessica sudah tidak ada di ruanganku, hah baguslah aku tidak perlu susah susah menyuruh security untuk mengusirnya
Aku membuka kotak bekal itu lalu mulai memakannya, enak, hanya kata itu yang bisa menggambarkan rasa masakan ini, rasanya sangat sama dengan masakan umma-ku, dia membuatnya dengan hati, kenapa aku bisa tau??, karena ummaku pernah bilang, kalau rasa masakan itu enak berarti di buat dengan hati
I don’t know why I feel guilty
I don’t know are you my destiny or not
I never felt this before
Siwon’s Pov End
Kibum’s Pov
Aku menahan perih ini, aku berlari menuju rumahku, menunduk dan sesekali melihat jalan, poniku ku gunakan untuk menutupi mataku yang ku yakini sudah memerah dan membengkak maksimal, sesampainya di rumah aku berlari kearah kamar, mengambil bantal dan menutup wajahku lalu aku menumpahkan semua rasa kesal dan sedih yang kupendam selama ini, aku terus menangis, tak peduli sudah berapa banyak air mata yang ku keluarkan, 3 jam berlalu, aku masih menangis, me-review semua yang kualami selama ini
Seseorang yang kau sayangi di cium oleh yeoja yang lebih daripada-mu, itu tidak akan menutup kemungkinan kalau orang yang kau cintai akan berpaling darimu, sekalipun kau sudah memiliki orang itu sepenuhnya di tambah lagi, orang yang kau cintai mungkin tidak mencintaimu
Apa yang kau rasakan jika seperti itu?, sakit, sedih, dadamu sesak, cemburu dan kesal, tapi kau tidak bisa menunjukkan itu semua, dan pasti kau akan menangis diam-diam atau menyimpannya dalam hati, menyembunyikan itu semua dengan topeng yang di pasang di wajahmu
Hide the real feeling
Is not as easy as you show it
But why if you never have a chance to choose?
Cklek…
Ah itu pasti Siwon, aku buru-buru menghapus airmataku, aku tidak mau di bilang cengeng olehnya, aku menaruh bantal yang kupakai untuk teman menangis tadi terbalik sehingga dia tidak akan menyadari kalau bantal itu basah
Aku buru-buru kebawah dan mulai memasak, karena sebentar lagi dia akan memanggilku untuk menanyakan makan malam
Saat aku sedang memotong sayuran, dia menelpon seseorang di seberang sana, menggunakan kata-kata yang biasanya di pakai pasangan saat berkencan, aku mencoba untuk tidak mendengarkannya, mungkin dengan cara ini aku bisa menahan sesuatu yang ingin meloncat keluar dari pelupuk mataku
“love you” satu kata yang meluncur dari mulut Siwon, membuat pertahanan yang ku bangun dengan susah payah runtuh seketika, airmataku tumpah, membasahi pipiku, aku tetap meneruskan memasak saat sudah selesai aku menaruhnya di meja dan aku kembali ke kamar tidur, aku ingin berhenti menangis, tapi kenapa mataku berkata lain?, saat aku mencoba menahan tangisanku, airmataku malah keluar sangat deras
Bantal yang belum kering akan airmataku, kembali di basahi oleh airmataku lagi, aku memang sudah biasa jarang dapat kasih sayang dari orang-orang yang ku sayangi, termasuk orang tuaku yang sangat sibuk, tapi ini beda, lebih sakit daripada yang aku alami sebelum-sebelumnya, sebaiknya aku mandi baru habis itu aku akan makan dan membereskan meja makan
Kibum’s Pov End
Author’s Pov
Setelah makan, Siwon naik ke kamar dan merebahkan diri, tapi ada 1 hal yang dia sadari, bantal yang di gunakannya basah
‘Kibum menangis?, apa yang terjadi? aku harus menanyakan ini’ putus Siwon, dia menghampiri Kibum di ruang makan
“kau menangis??” tanya Siwon, Kibum terkejut, lalu dia menulis di kertas
Kenapa kau bisa menyimpulkan seperti itu? 0.o
Lalu menyodorkannya ke Siwon, “karena bantalmu basah, kau menangis kan? Jawab aku!” tanya Siwon lagi suaranya meninggi, Kibum hanya mengangguk pelan, “kenapa?, siapa yang membuatmu menangis?” tanya Siwon, Kibum hanya diam lalu beranjak dari duduknya ingin meninggalkan Siwon
Tapi Siwon menahan Kibum, dia menarik lengan Kibum, “YA!, APA KAU TULI?!, APA KAU BISU?!, AKU BERTANYA PADAMU, SESUSAH ITU KAH KAU MENJAWABKU?!” bentak Siwon
“KAU YANG BUTA!, AKU MENCOBA SABAR SELAMA INI, SESUSAH ITU KAH MEMBUATKU SENANG SEDIKIT SAJA?!, APA KAU TIDAK SADAR JIKA YANG MEMBUATKU SEPERTI INI ADALAH KAU HAH?! hiks, DI MANA OTAKMU?!, UNTUK APA KAU BERTANYA SEPERTI ITU PADAKU?!, ADAKAH UNTUNGNYA BAGIMU?! hiks, BAHKAN SEKALIPUN AKU MENINGGAL DAN MAYATKU TIDAK DI TEMUKAN, KAU TIDAK AKAN MELAKUKAN APA-APA KAN?! hiks, BANYAK LUKA DI TUBUHKU YANG TERPAMPANG, ITU KARENA SIAPA?!, KARENA KAU!, JIKA AKU TIDAK MENGENALMU BAHKAN MENCINTAIMU, PERUTKU TIDAK MUNGKIN TERTUSUK, JARIKU TIDAK MUNGKIN TERIRIS DAN LUKA-LUKA DI HATIKU DAN YANG LAINNYA TIDAK MUNGKIN ADA!” untuk pertama kalinya Kibum membentak orang lain dan untuk pertama kalinya dia berbicara dengan Siwon, Kibum kembali menangis (lagi)
Siwon tersentak mendengar Kibum berbicara
“jangan kaget dengan Kibum, dia hanya berbicara jika dia sudah benar-benar kesal, tapi dia belum pernah membentak”
Kata-kata itu kembali terngiang di telinga Siwon, sekarang Kibum bukan lagi berbicara padanya tapi membentaknya, itu artinya kekesalan, kemarahan dan kesedihan Kibum sudah tidak terucapkan lagi
“TAPI SETIDAKNYA KAU BISA KAN MENJAWABKU?!” emosi Siwon sudah tidak terbendung lagi, dia sudah tidak memikirkan kata-kata umma Kibum lagi, “baik, aku pergi, jangan cari aku” ucap Kibum pelan tapi masih berarti kalau dia masih sangat kesal
“SIAPA YANG MAU MENCARIMU?, PERGI SAJA SANA!” usir Siwon tak sadar, apa yang akan terjadi selanjutnya
Do what you can do now
Hold on what you can hold
Because is about now or never
Tanpa ba-bi-bu lagi, Kibum naik ke kamar dan beberapa menit kemudian turun dengan menenteng koper, sebelum pergi, Kibum menulis sesuatu dan menempelkannya di dinding kulkas, dia keluar dari rumah mereka dan berjalan keluar, dia tak mempedulikan suhu udara di bawah 0 derajat celcius, dia merekatkan jaketnya, dia duduk sebentar di bangku yang ada di taman
Saat lelahnya sudah berkurang, dia memutuskan untuk berjalan, tapi pandangannya buram dan dia pingsan tak berapa lama kemudian ada 1 yeoja dan 1 namja yang melihat Kibum pingsan, mereka mendekati Kibum untuk memastikan kalau itu benar Kibum
“Bum-ah” panggil yeoja itu, “sudah, dia kedinginan, lihat bibirnya biru, kau bawa kopernya ya, aku akan menggendong dia” ucap namja itu, “ne” balas yeoja itu pendek
Mereka membawa Kibum ke rumah mereka, dan mengurus Kibum yang kondisinya makin memburuk
Pagi datang, Kibum terbangun dari tidurnya, dia merasa ada di tempat asing, lalu Mochi datang membawa nampan berisi makanan dan minuman, Kibum mengambil kertas dan pulpen lalu mulai menulis sesuatu, Mochi menaruh nampan itu diatas meja saat Kibum menyodorkan kertas padanya
Kau itu istrinya Zhoumi kan? Kalau nggak salah namamu itu Mochi ya? 0.o
aku lupa hhe ^_^
“ne aku akan bantu, aku istrinya, sekarang kau makan ya” ucap Mochi sambil tersenyum, Kibum menulis lagi
Gomawo ^^, Siwon mana?? 0.o Dia benar-benar tidak mencariku ya?? K
Mochi terdiam membaca tulisan itu, dia tidak tau harus berbuat apa, “sudahlah, jangan berpura-pura tegar terus, aku tau, kau selama ini menutupi dirimu yang sebenarnya, kau berpura-pura seperti batu yang keras, tapi di dalamnya kau adalah sebongkah kristal yang harus di jaga baik-baik” ucap Mochi, Kibum menitikan airmatanya, dia tidak bisa membantah semua perkataan Mochi yang tadi, Zhoumi yang mengintip dari luar masuk kedalam kamar, Kibum buru-buru menghapus airmatanya, dan menggantinya dengan sebuah senyum
“Bum-ah, bisa kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi??” pinta Mochi, Kibum mengangguk, lalu menulis sesuatu, cukup lama dan panjang, lalu memberikannya pada Mochi
Tapi jangan bilang siapa-siapa ya
Jadi, tadi malam dia memergokiku telah menangis, lalu dia bertanya padaku siapa yang membuatku menangis, aku tidak mau menjawab sebenarnya tapi dia memaksaku dan berteriak padaku, aku pun balas berteriak padanya, aku bilang padanya, kalau dia yang telah membuatku seperti ini, perasaanku tadi malam campur aduk, antara kesal, marah dan sedih
Itu salahku juga sih, kalau aku mau menjawab dia pasti tidak akan seperti ini ceritanya ‘_’
“jika dia kesini lalu meminta maaf padamu, apa kau akan memaafkannya?” tanya Zhoumi, Kibum kembali menulis
Pasti, dia kan baik sama aku
“namja seperti dia tidak perlu kau bela, walaupun dia adalah kembaranku, aku tidak segan-segan menyebutnya laki-laki br*ngs*k” ucap Zhoumi
YA!, bagaimanapun dia itu tetap suamiku :\ , jangan menyebutnya seperti itu.
Aku tidak membelanya kog, tapi itu kenyataan, dia itu sebenarnya baik sekali ^^, tapi dia suka bersikap dingin pada orang
Zhoumi beranjak keluar dari kamar
Di sisi lain, Siwon tertidur di sofa, dia tidak mengunci pintu rumahnya, berharap ada yang kembali pulang, tapi harapannya pupus saat tau tidak ada orang yang di tunggunya, Siwon sadar kalau dia membutuhkan Kibum, dia rindu wajahnya, rindu tulisannya, rindu akan semuanya, dia teringat kalau Kibum menulis sesuatu di kulkas sebelum dia pergi, Siwon melihatnya dan mulai membaca isi kertas itu
Kaus kaki berada di lemari tingkat bawah, kemeja ku gantung, celana panjang sudah bersama dengan kemeja, aku juga sudah menyiapkan makanan untuk makan selama 1 bulan, jadi kau tidak perlu membeli lagi
Siwon terkejut membaca itu, tidak ada icon yang di buat oleh Kibum dan saat kesal pun dia masih mau memikirkan orang yang membuatnya menangis
Siwon merasa sangat bersalah, membaca itu, dia menaruh kembali kertas itu di dinding kulkas
Regret is always come late
Regret caused because of yourself
There is no regret now
Ting Tong…
Bel rumah Siwon berbunyi, Siwon membukanya, “Zhoumi?” ucap Siwon heran
BUGH!
1 pukulan dari Zhoumi mendarat di wajah Siwon, “kau?!” “itu balasan untuk Kibum dariku!, LAKI-LAKI MACAM APA KAU HAH?!” tanya Zhoumi kesal, “kenapa memangnya?” tanya Siwon bingung, Zhoumi menarik tangan Siwon dengan kasar masuk kerumahnya
“KAU APAKAN KIBUM?! APA KAU TIDAK PERNAH TAU JIKA DIA KURANG KASIH SAYANG DARI ORANGTUANYA YANG SUPER DUPER SIBUK ITU?! LALU KAU MENAMBAH LAGI DENGAN MEMBENTAKNYA, MEMARAHINYA DAN MELIMPAHKAN KESALAHAN PADANYA?!” tanya Zhoumi, selama ini, Siwon tidak pernah berani dengan kembarannya itu
“kau tau di mana Kibum?” tanya Siwon, “tentu saja aku tau, tapi maaf, aku tidak akan memberitahukannya padamu!” ucap Zhoumi ketus, “aku mohon” pinta Siwon, “tidak!,untuk apa?!, kau tidak membutuhkan dia kan?! kau apakan dia?, selama ini apa dia pernah berbuat salah padamu??, apa dia pernah mengecewakanmu?, apa dia pernah membuatmu kesal? Apa yang pernah dia lakukan?” tanya Zhoumi mengontrol emosinya
“pernah, tadi malam. Dia tidak mau menjawab apa yang kutanyakan” ucap Siwon membela diri
“hanya itu?, SAMPAI KAU MENGUSIRNYA?!, MENGUSIR YEOJA YANG MENCINTAIMU, YANG WALAUPUN AKU SUDAH MEMAKI-MAKIMU, TAPI DIA TETAP MEMBELAMU DARI SISI BAIKMU WALAUPUN AKU TAU, SEBENARNYA KAU TIDAK PERNAH BERSIKAP BAIK PADANYA DAN MEMBUATNYA LEBIH MENGUTAMAKAN DIRIMU KETIMBANG DIRINYA SENDIRI!!” bentak Zhoumi
“aku tidak tau jika dia serius dengan ucapannya” sesal Siwon, “hanya karena dia tidak menjawab pertanyaanmu, kau membiarkannya pergi membawa koper ke jalan sampai dia pingsan dan bibirnya membiru?!, sudahlah aku mau pulang, tak ada untungnya juga kan aku di sini, semua luka-luka Kibum di hatinya, di perasaannya maupun di tubuhnya juga tidak akan membuatmu sadar bagaimana perjuangan Kibum untuk mendapat simpati darimu” ucap Zhoumi ta menggubris pernyataan Siwon lalu beranjak pergi
Jantung Siwon berhenti sejenak saat mendengar pengakuan Zhoumi, Siwon pun berencana untuk mengikuti Zhoumi, saat Zhoumi sudah jauh, dia mengikuti Zhoumi dengan harapan bertemu dengan Kibum
tapi sayangnya Zhoumi mengetahui itu semua, maka dia hanya berputar-putar, 6 jam berputar-putar, cukup menguras tenaga Zhoumi, di kira Siwon sudah tidak mengikutinya lagi
Now you want to use your second chance
But how if someone don’t want you and she meet again?
Are you still trying until she is be yours?
Dia pulang kerumahnya, tapi Siwon tak begitu bodoh, dia masih tetap mengikuti Zhoumi, saat Zhoumi sampai kerumahnya, yang membukakan pintu adalah Kibum, Siwon sontak terkejut, “Kibum!” panggil Siwon, Kibum mengedarkan pandangannya, tapi Zhoumi mendorong Kibum masuk
Siwon berlari ke rumah Zhoumi, dia mencoba mendorong pintu yang belum sepenuhnya tertutup, tapi Zhoumi mendorongnya dari dalam, “Mochi.., tolong bawa Kibum masuk” ucap Zhoumi, Kibum menulis di kertasnya
Aku tidak mau! >:(
Aku mau bertemu dengan dia! >.<
“Tidak!, dia sudah menelantarkanmu, aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu lagi” ucap Zhoumi, dia mencoba mendorong pintu rumahnya lagi, dan berhasil, dia mengunci pintu itu, sementara Siwon di depannya sudah pasrah, dia pun pulang kerumahnya
Siwon melangkah lemas ke rumahnya
Siwon’s Pov
Aku memang pecundang, membiarkan seseorang yang susah payah mengurusku, mencintaiku sepenuh hatinya, menangis karena aku, namja macam apa aku ini?, dia meninggalkanku sekarang, aku sangat keterlaluan, sebelumnya dia tidak pernah berbicara padaku, tapi dia langsung membentakku, dan bodohnya, aku malah membentaknya balik, aku tidak pernah membuatnya bahagia, jangankan bahagia, buat dia tersenyum selain di icon saja aku tidak pernah, aku namja payah
Tes…
Aku menangis?, lagi?, untuk seorang yeoja, aku belum pernah seperti ini sebelumnya, aku hanya menangis saat aku tau Eunri sebenarnya, aku akan mendatangi rumah Zhoumi lagi, mungkin dia sedang bermain dengan anaknya Zhoumi
Crying just waste time
Why don’t you use your crying time to look for her?
Second change wouldn’t wait for you
Siwon’s Pov End
Author’s Pov
---Another place---
Tes…
Airmata dari mata Zhoumi meluncur begitu saja, “eh?, kenapa tiba-tiba keluar airmata?” gumam Zhoumi bingung, “Siwon” lanjut Zhoumi
Kibum duduk di halaman depan rumah Zhoumi dan Mochi, dia memperhatikan anak Zhoumi dan Mochi yang sibuk menggali tanah dengan sekop kecilnya, Siwon berjalan menuju taman yang berada tepat di sebelah rumah Zhoumi dan Mochi, dia duduk di situ memandangi Kibum
Tiba-tiba Kibum tersenyum melihat anak Mochi dan Zhoumi tertawa, Siwon miris melihat senyum itu, senyum yang harusnya di tujukan untuknya
‘killer smile dan dagunya yang runcing saat tersenyum, benar-benar mirip Eunri’ batin Siwon, seseorang menepuk bahu Siwon dari belakang, Siwon menoleh dan mendapati Zhoumi di belakangnya
“Zhoumi?” ucap Siwon, “kau menangis ya tadi?” tanya Zhoumi, “darimana kau tau?” tanya Siwon balik, “kita kan kembar, pantas saja, saat aku lagi mengerjakan berkas berkas, tiba-tiba airmata meluncur dari mataku” ucap Zhoumi, “sekarang aku boleh bertemu dengan Kibum kan?” ucap Siwon, seseorang menepuk punggung Siwon
Dan yang menepuk adalah Kibum, Siwon langsung memeluk Kibum “Bum-ah, bogosipo, jangan tinggalkan aku lagi, aku baru sadar aku membutuhkanmu, aku.. aku tidak menyadari kalau aku mencintaimu, aku ingin kita memulai yang baru, aku tidak akan membiarkanmu sendiri lagi, aku tidak akan membuatmu menangis lagi” ucap Siwon sambil memeluk Kibum, airmatanya tumpah lagi, Zhoumi juga ikut menitikan airmatanya mau tidak mau karena mereka kembar
You meet she again
Will you love her?
Will you able to protect her?
Siwon mengeratkan pelukannya, “sshh” ringis Kibum saat luka di perutnya tertekan oleh tubuh Siwon, Siwon melepaskan pelukannya, “wae?” tanya Siwon, Kibum menggeleng, luka di perutnya kembali terbuka, darah mulai membasahi pakaiannya, dia menggenggam bagian kaus yang terkena darah, Siwon melihat tangan Kibum, dia menggeser tangan Kibum dari perutnya dan melihat darah di situ, dia membawa Kibum kerumah sakit, meninggalkan Zhoumi sendiri di taman
@ Hospital
“bagaimana keadaan istri saya dok?” tanya Siwon saat dokter yang menangani Kibum keluar, “istri anda terlihat stress, pola makan dan tidurnya berantakan, dia kelelahan, dia seperti mendapat tekanan yang mengganggu keadaan psikologisnya, saya sudah memberinya vitamin untuk menguatkan imun tubuhnya, saya memberikannya obat penenang dan untuk luka-lukanya dan bekas-bekas luka, saya sudah memberikan dia suntik supaya bekasnya hilang, kalau begitu saya permisi dulu” ucap dokter itu, “kamsahamnida dok” balas Siwon
Siwon masuk ke kamar rawat Kibum, seseorang yang membuatnya menangis terbaring lemah di ranjang berwarna putih itu
3 jam setelah itu, Kibum mulai sadar akibat pengaruh obat penenang, dia melihat Siwon tertidur sambil menggenggam tangannya, dia mengambil kertas dan pulpen lalu menulis sesuatu, setelah selesai, dia menggoyang pelan lengan Siwon
“wae?” tanya Siwon sambil mengucek matanya, Kibum menyodorkan kertas yang tadi dia tulis
Ayo pulang, aku sudah lama tidak membuat kimbap, aku ingin membuatnya sekarang ^_^
Jadi tidak sabar untuk cepat-cepat sampai di rumah >.<
Siwon bingung harus bicara apa saat itu, dia bingung kenapa dia bisa begitu mudah memaafkan dirinya yang sangat kelewatan itu, Siwon menatap Kibum, Kibum hanya tersenyum, senyum yang Siwon sangat rindukan, killer smile
“Bum-ah, hatimu itu terbuat dari apa??, kenapa kau bisa memaafkanku secepat ini?” tanya Siwon, Kibum kembali menulis, lalu memberikannya lagi pada Siwon
Hatiku?? Hmm, kata guru biologiku, semua hati manusia itu yang pasti ada uratnya J
‘mungkin hatinya terbuat dari bongkahan kaca yang di dalamnya berisi cahaya, tapi dia di tuntut untuk membungkus hatinya dengan besi dan baja’ batin Siwon, Kibum melihat Siwon dengan tatapan bingung, “Siwon?” panggil Kibum kecil ‘suaranya mirip dengan Eunri’ batin Siwon, “ku mohon jangan marah padaku” ucap Siwon, Kibum menulis lagi, lalu memberikannya pada Siwon
Ani, aku hanya memanggilmu, jika aku memanggilmu dengan tulisan, aku jamin kau tidak akan sadar, makanya aku memanggilmu menggunakan suara ^^
“oh, untunglah” gumam Siwon, “ya sudah istirahat dulu 2 3 hari, nanti baru pulang dan buat kimbap” suruh Siwon, Kibum mengangguk
Regret is about chance
Chance is about time
And time is about love
END