Wednesday, July 20, 2011

Snow White Without Expressions (Oneshot)

Pairing: SiBum, (guy! Siwon, Girl! Kibum) Other SuJu Member

Genre: Romance, Genderswitch, humor (maybe), GaJe *absolutely, that is the whole point here XD*

Length: oneshot

Disclaimer: They are belong to God, but the story is belong to me


Siwon Pov

Aku pindah ke Seoul, ah bogoshipo…, aku akan mulai sekolah besok, capeknya

Ah sudah aku ingin tidur saja

Ada perempuan yang duduk di situ, di pojok kelas, dia membenamkan wajahnya diantara lututnya yang di tekuk, ah jangan-jangan dia hantu, aku mendekat kearahnya, aku menegakkan wajahnya dan tanganku yang satu lagi, aku gunakan untuk menutup mataku sendiri, takutnya saat aku lihat wajahnya, ternyata banyak darah, menyeringai seperti hantu

Hiii……

“KYA….!!” Aku berteriak, aku tidak takut, aku sempat lihat siluet wajahnya, cantik, tidak seperti hantu, dan label name di rompinya terdapat hurut “K”, “I”, “U” dan “M” lalu ada 1 huruf lagi, ah, apa ya??, oh iya huruf “B”, hanya 5 huruf itu yang membuat 3 suku kata namanya

“hei, kau kenapa, mimpi buruk hah?” tanya kakakku Choi Sooyoung *sejak kapan Siwon punya kakak coba*

“tidak” jawabku setengah shock

“kau melihat hantu, ya?”
“tidak juga” jawabku, “lalu kenapa kau berteriak seperti itu pabo?” omel kakakku, “aku pun tidak tahu” jawabku masih berusaha mengumpulkan nyawaku (?) yang sempat hilang

PLETAK..!!

Jitakan kakakku mendarat dengan mulus di kepalaku, “aish…, sakit noona”, “kesalahanmu sudah fatal, kau tau?” tanya Sooyoung noona, “tidak tau, dan aku tidak peduli, aku ingin mandi dulu ah” ucapku

Selesai mandi aku mau kemana lagi?, hmm, Lotte World aja ah, tapi males, ah lebih baik aku tidur lagi

Yeoja itu makin jelas, aku mengangkat wajahnya tanpa ketakutan karena aku sudah tau wajahnya seperti apa, cantik, itu mungkin kata yang bisa aku ucapkan setelah melihat siluetnya tadi siang

“kau siapa?” tanya yeoja itu tanpa ekspresi, “aku, Choi Siwon” jawabku, “apa aku mengenalmu?” tanyanya, aku kesal sekaligus bingung, kenapa ada yeoja seperti dia, berbicara tanpa ekspresi bahkan nada bicaranya pun datar, tidak bergetar dan juga tidak terlalu kuat

“kurasa tidak” jawabku pendek, “apa aku mengenalmu?” tanyaku balik, “kurasa belum” jawabnya pendek, “ah dasar Snow White Without Expressions” ledekku, dia hanya diam, dan mulai mendekatiku, semakin dekat dan…

“CHOI SIWON, BANGUN, HARI INI HARI PERTAMAMU SEKOLAH!” teriakan kakakku membuat aku kesal setengah hidup, “ya..!!, kenapa kau membangunkanku sekarang?, ah aku melewatkan hal yang paling aku tunggu seumur hidupku” omelku, “mimpi yadong ya?” godanya

“auah remang-remang *sejak kapan Siwon tau ‘auah remang-remang’*” ucapku malas dan melangkahkan kakiku ke kamar mandi

Siwon’s pov end

Kibum’s pov

Namja itu mendekatiku, aku makin takut, dia mengangkat wajahku lalu dia mengajakku berbicara panjang lebar, siapa orang ini??, seragamnya sama dengan seragamku tapi siapa dia, aku mendekatkan wajahku saat sudah semakin dekat dia mulain mendekati wajahku dan…

“Hah...” ucap Kibum

“kau kenapa?” tanya kakakku Kim Jongwoon tapi aku lebih suka memanggilnya Yesung oppa, “bibirku, laki-laki, Choi, nama yang pendek, my first kiss dan…mph” omonganku di redam oleh roti sandwich yang sengaja di masukkan ke mulutku oleh Yesung oppa, dasar iseng

“ish dasar kepala besar pabo” omelku pada oppa-ku dengan ekspresi datar, “ish, kepalaku tidak besar dan aku tidak pabo” balas Yesung oppa, “baik, kalau kepalamu tidak besar kenapa saat kau memakai topiku, kau harus mengendurkan tali belakangnya, dan waktu di Lotte World, topimu yg kupakai itu terbang saat kita naik roller coaster, karena terlalu longgar untuk kepalaku, oh dan 1 lagi kau memang tidak pabo, but you idiot” ledekku dengan tatapan datar seperti biasanya, lalu keluar dari ruang makan dan menyambar tasku, lalu pergi ke sekolah

Belum lama aku sampai ke kelasku, bel pun berbunyi, huft untung saja aku sudah sampai

“anak-anak, kita kedatangan teman baru, perkenalkan dirimu” ucap Yoogeun Seongsaengnim

“ne, annyeong haseo, choneun Choi Siwon imnida, mohon bantuannya, kamsahamnida” ucapnya sambil tersenyum, tapi tunggu ‘C.H.O.I.S.I.W.O.N??’ batinku ‘ah mungkin hanya namanya saja yang sama’ batinku lagi

Kibum’s pov end

Author’s pov

“kau boleh duduk di sebelah Kim Ki Bum, di belakang sana” suruh Yoogeun Seongsaengnim

Siwon berjalan kearah tempat duduk Kibum, saat wajah mereka bertemu, ‘dia yeoja/namja yang ada di mimpiku’ batin mereka berdua, “KAU?!?” ucap mereka serempak, wajah Siwon berubah menjadi kaget dan bingung sedangkan Kibum, tetap dengan wajah datar, “Kim Kibum, Choi Siwon, ada masalah?” tanya seongsaengnim yang bingung akan tingkah mereka, “ani.., mianhaeyo” ucap mereka berbarengan

Bel istirahat sudah berdering tapi mereka berdua masih bingung dengan apa yang ada di depan matanya

“kau Choi Siwon?” tanya Kibum, “Kau Kim Kibum?” tanya Siwon balik, mereka saling menatap satu sama lain lekat-lekat, “hei kalian ini kenapa sih?” tanya Kyuhyun bingung, “dia adalah orang yang ada di mimpiku!” ucap Kibum datar, “hwads?, kau memimpikanku?” tanya Siwon tidak percaya, “ne, di mimpiku, kau mendekatiku, lalu kau mengangkat wajahku tapi entah kenapa aku mendekatkan wajahku ke wajahmu, tapi saat aku berhenti memajukan wajahku, kau malah mendekatkan wajahmu seakan ingin menciumku lalu..” “stop, jadi kau?” ucap Siwon sambil menggantungkan kalimatnya berharap Kibum terpancing karena penasaran

“Kim Kibum, orang yang di panggil Choi Siwon Snow White Without Expressions, jelas?” ucap Kibum, “benar-benar tidak mempunyai ekspresi, bahkan saat bertanya pun tidak ada naik turunnya nada, jangan jangan kau tidak bisa menyanyi?” tanya Siwon penasaran

“hei jangan sembarangan” ucap Kyuhyun, “waeyo?”, “gini-gini dia kalau udah nyanyi hebat lo, suaranya pun berbeda dengan suara aslinya” jelas Kyuhyun

Bel pulang berbunyi, Kibum berjalan pulang, dia berjalan kaki hari ini, karena bis yang ia tunggu tak kunjung datang, tapi di tengah jalan dia di hadang oleh 5 laki-laki berbadan besar

“hai cantik, kami temani pulang ya” goda salah satu laki-laki tersebut, lalu menyapu wajah Kibum, “kalian mau apa?” tanya Kibum dengan wajah santai, termasuk datar, “temani kami saja” ujar lak-laki yang lainnya, lalu dia mnghimpit tubuh Kibum ke tembok yang berada di dekatnya, wajah Kibum masih belum berubah, tetap datar *bosen nulis si ekspresi Kibum*

Salah satu laki-laki itu mendekati wajah Kibum berusaha menciumnya, tapi belum sempat bibir mereka menempel, sebuah pukulan landing dengan mulus di pipi laki-laki tersebut, “hei, kau siapa hah?” omel laki-laki yang tadi di pukul, “aku Choi Siwon” jawab Siwon PD, “ada hubungan apa kau dengan yeoja ini?” tanya namja yang lainnya, “aku.., aku tunangannya, mau apa kau?” jawab Siwon bangga, sementara Kibum hanya menatapinya datar, sekali lagi, DATAR!

“kalau begitu buktikan pada kami kalau ucapanmu tidak bohong” suruh namja itu, “bagaimana membuktikannya?” tanya Siwon, “cium dia” suruh namja itu, “baik” ucap Siwon, sementara ekspresi wajah Kibum berubah *oh Tuhan akhirnya berubah juga ekspresinya*, Kibum merubah ekspresi wajahnya dengan menaikkan alisnya sebelah dan memiringkan kepalanya, tanda bingung (GUBRAK, kirain berubah histeris, tau taunya begitu doank, halah =, =)

“sudah diam saja” suruh Siwon, “tapi ini First Kissku, aku tidak mau orang yang belum aku cintai mengambilnya” jelas Kibum dengan wajah datar lagi (?), *OMMOO!*, “kau lebih pilih nyawa atau first kiss?” tanya Siwon, “first Kiss, baik, kita akan melakukannya, tapi hanya menempel” ucap Kibum

“baik, hanya menempel” balas Siwon, “YA! Cepat, kenapa lama sekali?” protes namja itu, “aish bawel sekali, aku ini yang melakukannya kenapa kau tidak sabar?, baik sekarang akan kulakukan” ucap Siwon

CHU…

“sudah kan?, baik aku pulang sekarang” ucap Kibum dengan ekspresi seperti biasa, “annyeong” sapa Siwon ramah pada preman-preman tadi

Kibum berjalan lebih cepat dari biasanya, Siwon mengikutinya, ah lebih tepatnya mengerjar Kibum, “mengapa mengikutiku?” tanya Kibum, “ya kalau seperti ini, aku bisa tenang karena aku bisa sigap menolongmu, dan mianheyo aku mengambil first kiss-mu” ucap Siwon, “tadi juga sebenarnya itu first kiss-ku” gumam Siwon kecil, “mianhaeyo, aku telah mengambil first kiss-mu juga” ucap Kibum, “baik, sebagai permintaan maafku, kau boleh meminta apapun dariku” ucap Kibum lagi

“hmm, aku akan meminta 1, aku ingin kau menjadi yeojachingu-ku, bagaimana?” tanya Siwon, “baik, tapi kenapa?, kau tidak menyukaiku kan?” tanya Kibum, “siapa bilang aku menyukaimu sejak kita bertemu dalam mimpi, baik, kau juga boleh meminta sesuatu dariku” suruh Siwon, “berhubung aku belum menyukaimu, jadi aku minta, buat aku mencintaimu dan buat juga ekspresiku kembali, menjadi normal, tidak selalu datarseperti yang kau lihat” jawab Kibum, “hah, permintaanmu yang terakhir itu sangat berat masalahnya, saat kau di ganggu oleh preman-preman itu saja wajahmu masih datar, bahkan saat kau hampir di cium oleh salah satu dari mereka kau tidak menunjukkan ketakutan, mungkin klau yeoja-yeoja lain, mereka sudah menangis bahkan berteriak-teriak histeris” jelas Siwon

“makanya, buat ekspresiku kembali” ucap Kibum datar, “dasar My Snow White Without Expression” ucap Siwon, “dasar Simba” balas Kibum balik, “mwo?, kenapa Simba?” tanya Siwon bingung dengan panggilannya, “pernah lihat singa kan?, badan mereka proporsional, jarang ada singa yang gemuk, nah kau seperti mereka, membuat badan menjadi proporsional, aku berani taruhan, kau selalu menjaga makananmu” kata Kibum, “eh?, darimana kau tau?, benar juga sih, memang kau berapa kali makan sehari?” tanya Siwon, “8 kali, tapi berat badanku tidak pernah mau naik” jawab Kibum

“hah?, 8 kali?, wow, tapi badanmu tetap proporsional kog, hmm, boleh tukar hp?, eh?, maksudku boleh tukar nomor hp?” tanya Siwon, “mana ponselmu?” pinta Kibum, Siwon memberikan ponselnya pd Kibum begitupun sebaliknya, “baik, telpon aku kalau sudah sampai rumah” suruh Siwon, “ya ya ya” ucap Kibum asal, “aku pulang dulu, annyeong” pamit Kibum

---keesokan harinya---

“annyeong chagiya” ucap Siwon sambil senyum sumringah saat melihat Kibum, “aish, memalukan, dan namaku bukan chagiya” ucap Kibum, di wajahnya terlihat semburat merah, “kya…, Bummie wajahnya merah, ekspresinya sudah terlihat” ucap Siwon bangga

PLETAK…!

Buku hard cover dengan 1250 halaman berhasil mendarat di kepala Siwon, “aish.., sakit” ringis Siwon, “ini namanya malu pabo, bukan ekspresi” ucap Kibum datar, “tapi itu juga ekspresi namanya, Kim Ki Bum”ucap Yesung yang tiba-tiba sudah berada di kelas Kibum
“diam kau Kim Jong Woon” kesal Kibum, wajahnya menyiratkan kemarahan dan kekesalan, “kya…, Snow White Bum Bum marah…” ledek Yesung sambil mencubit kedua pipi Kibum

Author’s pov end

Kibum’s pov

Haish, pipiku sakit!, di cubit sama kakak gilaku ini, sumpah sakit banget, aku salurkan saja rasa sakitku pada Siwon, “KYA….!!” Siwon berteriak, apa kalian tau apa yang ku lakukan pada siwon

Yups…, aku memendamkan kuku-kuku jariku pada lengannya, otomatis dia berteriak ketelinga Yesung oppa, “aw..” ringisku saat Yesung oppa melepaskan tangannya dari pipiku, “kya… Bum Bum kesakitan, udah banyak nih ekspresinya” ucap Yesung oppa sembil bersiap-siap mencubit pipiku lagi, “kalau mau di teriakin lagi sama Siwon sih nggak apa apa, mau cubit pipiku lagi” ucapku enteng, mendengar ucapan itu, Yesung oppa langsung diam, “sudah sana, temui si chagiya innocent-mu” usirku, “Wookie?” tanya Yesung dengan pabonya, “iyalah, masa Sungmin noona” cecarku kesal

Bel masuk berbunyi, semua berjalan seperti biasanya, bel istirahat berbunyi anak-anak yang lain keluar dari kelas, tapi aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri

Hari ini, aku kesal, kesakitan, sebal dan malu, ini artinya beberapa ekspresiku telah kembali, selamat tinggal masa lalu, hha

“ih, Bum Bum unnie, kog ketawa sendiri, sakit ya?” tanya si Mochi China yang duduk di depanku, Kyuhyun sudah pindah kebelakangku dan duduk dengan Sungmin noona

Hwadts?? Ketawa sendiri, gila donk!

“ah gwaenchana, sudah habiskan dulu mochi yang masih tersisa di pipimu itu baru berbicara” ledekku, kenapa aku memanggilnya Mochi China?, karena dia memang berasal dari China, lalu kulitnya putih, pipinya tembem seperti mochi, namanya sih Liu Xian Hua, tapi aku meledeknya Mochi China, pacarnya, si hidung panjang, Zhoumi juga memanggilnya seperti itu

Ah aku ingin ke ruang OSIS dulu, menyerahkan berkas-berkas yang diberikan para guru-guru kepadaku

Kibum’s pov end

Author’s pov

“ada hubungan apa kau dengan murid itu” tanya Heechul pada Siwon, “siapa maksudmu?” tanya Siwon bingung, “yeoja yang tidak mempunyai ekspresi itu” jelas Heechul, “oh, Kim Kibum maksudmu?, dia itu yeojachingu-ku, memangnya kenapa?” tanya Siwon dengan polosnya, sementara Kibum yang menguping di luar sudah gemas dengan tingkah laku pacarnya bersama Heechul, si senior ‘aish, aku tidak menyadari kalau simba-ku se-pabo ini, hah, jelas-jelas kalau yeoja bertanya seperti itu, artinya dia menyukai orang itu, kenapa dia masih bertanya’ batin Kibum gemas

Chu…

Kibum melihat kejadian itu, matanya menjadi panas, “tarik nafas, buang lagi, tarik nafas buang lagi” ucap Kibum menenangkan diri, ‘apa semua yeoja Korea selalu mencium laki-laki yang di sukainya?’ batin Kibum sambil mencoba bersikap biasa saja

Kibum memilih diam sampai pulang sekolah, dia berjalan keluar sekolah dengan terburu-buru, dia membuka pintu utama dan mendapati seorang namja duduk di situ, “hai, Bum Bum” sapa namja itu, “simba?, darimana kau tau rumahku? dan oh iya, kau menyukai Heechul sunbae kan?, kenapa tidak mengejarnya, tapi kenapa kau malah mengatakan cinta padaku?” cecar Kibum pada Siwon, “aku tidak menyukainya, dia saja yang langsung menciumku di ruang OSIS, lagipula aku santai aja kog, yang penting first kiss-ku udah sama kamu dan aku tau rumahmu dari arsip yang kau jatuhkan saat di ruang OSIS” jawab Siwon bangga, “lalu untuk apa kau datang ke rumahku?” tanya Kibum datar, “aku ingin belajar” ucap Siwon

“ah, bicaranya nanti saja, kau ke kamarku saja dulu, lihat di pintu kamarku terdapat hiasan yang bertuliskan nama-namaku” suruh Kibum, “lalu kau mau kemana?” tanya Siwon, “mau ke toilet, kenapa?, mau ikut?” tanya Kibum, “kalau mengijinkan sih tidak apa-apa” jawab Siwon, “dasar yadong” ledek Kibum, dia berjalan ke kamar mandi sementara Siwon berjalan ke kamar Kibum, dia menatap kamar Kibum lekat-lekat

Author’s pov end

Siwon’s pov

Semua yang ada di sini kebanyakan tulisan kamarnya sih luas, tapi tidak menunjukkan kalau ini kamar anak perempuan umur 16 tahun, ya bagaimana tidak di mana-mana ada buku, bahkan bantalnya saja ada yang bermodel buku, hei tunggu, gambar gambar wajah itu, mirip dengan wajahku, iya ini wajahku, tapi garis-garis ini, tidak terlihat seperti garis biasa, hwadtz?, dia membuat garis-garis ini dari hangul namaku, ini keren, luar biasa dan pasti susah sekali, untuk apa dia susah-susah membuat gambar ini dengan hangul?, apa dia mulai bisa mencintaiku?, hua… senangnya, tidak sia-sia first kiss kami hilang karena preman-preman sialan itu, huft, menyebalkan

“kenapa kau memandangi gambar itu?” tanya Kibum yang sedang berjalan kearah kasurnya, “kagum, kau hebat” puji Siwon, “gomawo, sekarang katakan, kau ingin belajar apa?” tanya Kibum sambil menumpukan dagunya di tangannya

“belajar sejarah” ucap Siwon, “mwo?, sejarah apa?” tanya Kibum, “sejarah hidupmu” jawab Siwon, “tidak ada yang istimewa di hidupku” jawab Kibum datar, “ah baik, kita main truth or dare, nggak ada tapi-tapian dan mau nggak mau terima nasibmu” ucap Siwon

“baik kita sekarang aku yang pertama, kau mau bertanya apa padaku?” tanya Siwon, “kenapa kau menyukaiku?” tanya Kibum pendek, “hanya 3 kata, cinta susah digambarkan” jawab Siwon, “whatever” gumam Kibum, “baik sekarang aku yang bertanya padamu, hmm kenapa saat pertama kali aku masuk kesekolahmu kau sama sekali tidak mempunyai ekspresi?” tanya Siwon, Kibum diam, dia teringat masa-masa itu

Flashback

“hari ini hari penentuan, penentuan selamat atau tidaknya dia” ucap yeoja di depan Kibum, “dia tidak akan selamat” ucap Kibum datar, ‘jika dia meninggal aku tidak akan mengganti ekspresiku saat dokter memberitahukan hasilnya sampai aku bertemu dengan orang yang aku cintai, Tuhan tolong supaya perkiraanku salah’ batin Kibum, “maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi keadaannya tidak memungkinkan, maaf” ucap dokter tersebut lalu berlalu dari pandangan mereka, ‘baik, aku mendengar pernyataan dokter dengan wajah datar, maka aku akan memasang wajah datar sampai aku bertemu dengan orang yang aku cintai, di kemudian hari’ batin Kibum

Flashback off

Setelah terdiam lama, air matanya mengalir, Kibum menangis di depan Siwon dengan pandangan lurus tapi kosong

“eh?, jangan nangis donk, aku kan Cuma nanya, kalau nggak mau jawab ya nggak apa-apa tapi jangan nangis, ntar di kira aku ngapa-ngapain kamu lagi” ucap Siwon panic, “ah mian, aku nggak mau ngubah ekspresiku karena aku udah janji sama sahabatku waktu itu, kalau aku nggak akan ngubah ekspresiku sampai aku ketemu dengan orang yang aku suka” ucap Kibum sambil menyeka air matanya

“oh gitu, jadi siapa orang yang kamu suka sekarang?” tanya Siwon, wajah Kibum berubah menjadi datar lagi, “siapa yang sudah membuat ekspreisku kembali hah?” tanya Kibum gemas karena pertanyaan Siwon barusan, “eh?, mana kutahu, kan itu tentang hatimu” jawab Siwon, “kau tahu, apa yang kuinginkan sekarang?” tanya Kibum makin gemas, “tidak tahu, memang apa?” tanya Siwon polos, “aku ingin memakanmu sekarang juga, kenapa kau tidak mengerti sih, kan kau yang mengembalikan ekspresiku” jawab Kibum, “jadi aku yang kamu sukai?” tanya Siwon bingung, “oh whatever” ucap Kibum malas

“jadi aku boleh panggil chagiya?” tanya Siwon, “oh whatever” jwab Kibum malas

----keesokan harinya----

Kibum’s pov

Sekolah udah selesai, aku mampir ke ruang musik aja ah, udah lama aku nggak kesana, kangen nyanyi, aku mau latihan biar bisa main nada, pasti keren

“neorul wonhae heoeum bwasseul ttae, Beolsseo neoreul gatgo sipeosseo”, Aku menghentikan aktivitasku, aku rasa ada orang yang memperhatikanku di sini, dan benar!, dia membekapku sekarang tapi kepalaku berat, aku mengantuk, ah sial ini obat bius

Saat aku terbangun aku sudah berada di tempat yang banyak box-box kayu, ya kurang lebih seperti gudang lah, tapi masalahnya AKU DI IKAT, akh sial, eh tapi?, ah penculik yang bodoh, masa kakiku hanya di tempel dengan lakban, dan tanganku hanya di ikat oleh tali raffia, jadi penculik yang berkelas dikit kenapa sih, miskin amat sampai-sampai nggak punya tambang kecil

Hei mereka datang, untung pernah belajar boxing, kalau kayak gini kan gampang

“hei, yeoja itu berhasil lepas” ucap salah seorang yang membekapku, “tangkap dia, bos sedikit lagi sudah mau sampai” suruh sang ketua, mereka berlari, dan berusaha menangkapku, sialnya aku tertangkap, akan kucoba, mencoba melawan mereka dengan kemampuanku di bidang boxing

Author’s pov

Siwon datang ketempat yang berisi box-box kayu tempat penculikan Kibum, tapi keadaan yang lihatnya sangat berbeda dengan yang di duga, ke 4 penculik itu sudah terikat dengan sempurna, kaki dan tangannya di ikat menggunakan tambang kecil dan mulutnya di lakban, wajahnya, ada yang memar, ada yang sudah lecet, pandangan Siwon beralih kearah yeoja yang berdiri melihat ke-4 penculik tersebut, “Hmmm” erang salah satu penculik yang mulutnya masih di lakban, Kibum tidak berbalik melihat si penculik itu mengerang, tapi tepat saat Siwon di belakangnya

Buagh!

dia berbalik dan menghajar wajah Siwon, otomatis Siwon pun pusing

“o’ow, salah sasaran” gumam Kibum dengan wajah datar, “dasar Snow White, liat-liat dulu kek, main pukul aja, sakit tau” ucap Siwon sambil menjitak kepala Kibum, “lagian tiba-tiba muncul?, di kira enak di siksa sama nih penculik hah?” tanya Kibum tak kalah galak, “mereka suruhanku pabo, rencananya bukan begini sebenarnya” jawab Siwon masih memegangi tempat yang habis di pukul oleh Kibum

Author’s pov end

Siwon Pov

Kali ini rencana harus berhasil, aku sudah menyiapkan semua, aku ingin membuat sesuatu yang baru, pertama orang-orang yang aku suruh akan menculik Kibum, membiusnya dan mengikatnya tapi dengan lakban, aku tidak mau dia benar-benar sakit kalau harus di ikat seperti penculikan-penculikan yang sungguhan ini kan hanya bohongan, baik aku sudah berada di tempat ini, tapi…, eh?, kog malah terbalik sih keadaannya

Pemandangan yang kulihat sekarang adalah, orang-orang suruhanky sudah di ikat dengan rapi dengan keadaan mengenaskan dan terduduk di lantai, lalu Kibum yang berdiri memandangi ke4 orang suruhanku tersebut tanpa lecet sedikitpun, padahal kan mustinya dia yang di culik, ini malah penculiknya yang di culik, aneh, tapi satu yang pasti yaitu

RENCANAKU GAGAL….!!!, aku dekati saja dia, “Hmmm” salah satu orang yang terikat mengerang, dan tepat saat aku sudah berada di belakang Kibum

Buagh!

Akh, sebuah tangan memukul wajahku keras di bagian pipi dan sedikit melesat ke hidung, sakit?, jangan di tanya, rasanya seperti aku sudah berada di surga dan takkan kembali lagi sakin sakitnya, nih yeoja makan apa coba, sampai bisa kayak gini mukul orang, gimana kalau nyiksa orang coba, hi.., ga kebayang

“o’ow, salah sasaran” gumamnya dengan wajah datar, “dasar Snow White, liat-liat dulu kek, main pukul aja, sakit tau” ucapku sambil menjitak kepala yeoja sangar ini, “lagian tiba-tiba muncul?, di kira enak di siksa sama nih penculik hah?” tanya Kibum tak kalah galak, “mereka suruhanku pabo, rencananya bukan begini sebenarnya” jawabku masih menghayati rasa pukulan Kibum

Siwon’s pov end

Author’s pov

“kau menyuruh mereka, kejam sekali” ucap Kibum lalu menghadiahi Siwon berbagai macam penyiksaan

Bugh!!

“AWWW…” erang Siwon, “itu namanya pembalasan” ucap Kibum bangga, “tapi mukulnya nggak usah di sini juga kali, kalo ade gw kenapa-napa kamu mau tanggung jawab?” tanya Siwon, “nggak, makanya kalau mau ngasih sesuatu bilang dulu ke orangnya” bela Kibum, “itu namanya nggak rahasia donk, ah ya udah ikut aku dan jangan banyak bantah” ucap Siwon gemas, lalu menutup wajah Kibum dengan Jasnya

“ih, lepas!, baunya nggak enak, bau minyak wangi kakakku, iyaks…, mau muntah” ronta Kibum saat di suruh mengikuti Siwon dengan matanya yang di tutup, tapi Siwon, “boleh aku muntah di jas ini?” pertanyaan yang langsung membuat Siwon berhenti, “tunggu, jangan lepas jas itu dan jangan muntah dulu” perintah Siwon, dia melipat saputangannya menjadi panjang dan mengganti jas itu dengan saputangan, “sudah tidak bau kan?” tanya Siwon, “ne.., tapi mau kemana sih?, kalau mau ngebunuh aku, jangan sekarang dulu, tugas kimia, fisika, musik, dan biologiku belum selesai tau, lagipula aku mau belajar Cantonesse” ucap Kibum tanpa jeda, “ngebunuh kamu?? Ih narsis” ujar Siwon, dia melihat langit makin gelap maka dia memutuskan untuk menggendong Kibum sampai ke tujuan mereka

Sesampainya di sana hujan turun dan menggagalkan semua rencana besar Siwon, aish lampunya pasti koslet, berdiri di sini, aku akan coba dulu

Saat Siwon menyalakan lampu itu, lampu-lampu itu tidak menyala sempurna melainkan berkedap-kedip, dan di lampu itu tertulis

   .+"""+..+"""+.
   +                 +
     +             +
        " + . + "

Saranghae
My Snow White
LOVE YA….!!

Tapi tulisan yang di buat oleh lampu-lampu itu makin bagus saat berkedap-kedip

“wua…., bagusnya…” puji Kibum, Siwon berlari kearah Kibum dan mengatur nafasnya, “hah sedikit basah sih kontaknya, tapi masih bisa menyala lah yang penting.... hei! tutup mulutmu, kau mau ada sampah yang terlanjur masuk ke mulutmu yang terbuka itu?” tanya Siwon, saat melihat Kibum melotot dan membuka mulutnya seakan ingin membicarakan sesuatu, dan tidak mendengar perkataan Siwon barusan, “hah kau ini” keluh Siwon, tangannya menyentuh dagu Kibum dan menaikkan dagu itu supaya menempel ke bibir atasnya, “aish, rese” umpat Kibum

“karena rencanaku batal semua, rencana dinnerku denganmu di atas gedung di temani dengan lilin batal, karena badai, dan lilinya mati karena hujan, aku Cuma bilang 1 kata Saranghae, singkat dan jelas kan, fiuh, cape” gumam Siwon, “kya.. nado sarangheyo simba” ucap Kibum, “chagiya” ledek Siwon, “kau mau nasibmu seperti orang suruhanmu tadi hah?” tanya Kibum datar, “ah tidak jadi, baiklah, Kibum” kata Siwon beringsut

------END------

Deh selesai, smpe sini, kenapa selesai?, saya pun tidak tau, dan seperti biasa, terima nggak terima, ikhlas ga ikhlas, ridho nggak ridho, pokoknya end’a mesti di sini, kamsahamnida

No comments:

Post a Comment