Pairing: Yewook
Length: OneShot
Genre: horror, GaJe
Disclaimer: mereka milik Tuhan n SMEnt, tp klo crita’a bukan milik mreka, tp milik saya
Summary: saat kekuatan persahabatan bekerja mematahkan kutukan
Auhtor’s pov
“panggilan kepada Kim Ryeowook dan Kim Jongwoon, di harap ke ruang guru sekarang” speaker di kelas Ryeowook atau biasa di sapa Wookie dan Jongwoon atau biasa di panggil Yesung, mereka keluar dari kelas dan menuju ke ruang guru
@ruang guru
“kalian berdua adalah siswa yang masuk ke pertukaran siswa, jadi mulai besok, kalian akan pindah sekolah ke Belanda, dan kalian bisa ambil alamatnya di atas lemari itu” ucap kepala sekolah mereka sambil menunjuk lemari buku di seberang tempat duduknya
Yesung dan Wookie berjalan kearah lemari itu, tapi ada 2 buah kertas maka mereka mengambil kertas yang masih baru, padahal seharusnya mereka mengambil kertas yang sudah usang di sebelahnya
---keesokan harinya @bandara---
“wookie, kau yakin ini alamatnya?” tanya Yesung ragu, “mungkin saja, aku kan belum pernah ke Belanda, ya kita tanya saja nanti pada orang sekitar” jelas Wookie
“menggunakan bahasa inggris donk” ucapYesung, “otak hyung itu setara dengan air di aquarium ddangko-brothers ya?, iya lah, mana mungkin kita menggunakan bahasa Korea, paboya” gerutu Wookie
*di persingkat ya*
---Hithrow airport---
“fiuh, capeknya duduk terus di pesawat” gumam Wookie, “sudah ayo kita mencari alamat ini” ajak Yesung
*di persingkat lgi, hhe*
“are you know where is it?” tanya Wookie pada kakek itu sambil menunjukkan alamat yang menurut mereka adalah sekolah mereka yang baru, “are you sure you want to go to that place?” tanya kakek itu ragu
“yup, my teacher say that is a great school” sambung Yesung, “ok, follow me” ajak kakek itu, mereka berjalan dan sampai pada sekolah yang aksitekturnya sangat tua, “kamsa.. eh? I mean Thank you” ucap Wookie, “be careful” ucap kakek itu di telinga Yesung, “ne” balas Yesung pendek
“ayo masuk” ajak Wookie, mereka masuk ke sekolah itu, banyak murid seumuran mereka yang sekolah di situ, tapi hanya sedikit yang berwajah asia seperti Yesung dan Wookie, mereka bertemu dengan anak perempuan di sekolah itu, “hai, can you tell me where can I find the principals room?” tanya Yesung pada anak itu, “here, go straight, then turn left, it’s next to library” jelas anak itu, “thanks ms..”
“Anne, my name is Anne” ucap anak itu saat melihat kebingungan Wookie, “oh, thanks Anne”, mereka berjalan kearah ruang guru, “sekolah ini kan masih di pakai, kenapa bentuknya seperti ini ya?” tanya Yesung ke Wookie dengan bahasa Korea, “mungkin mereka suka dengan gaya kuno” jawab Wookie asal, “good morning” sapa Wookie saat memasuki ruang guru, “are you the transfer student?” tanya kepala sekolah itu, “yes” jawab Yesung pendek
“ok, then these are your uniform, now change it and enter to your room 407 *ruang t4 gw les tuh*” jelas kepsek itu, “ne, annye.. I mean excuse us” ralat Yesung
---407---
“hai class, they are the new student, please introduce your self” pinta guru itu, “thanks, hello, my name is Nathan Kim*ini west name’a Wookie*” ucap Wookie, “hello, my name is Jerome Kim *ini West name’a Yesung*” lanjut Yesung
“ok, you can sit over there” tunjuk guru itu, mereka duduk di bangku paling belakang
Mereka berjalan ke kursinya, “di setiap kelas itu hanya berisi 12 anak ya?, sepi sekali tapi bagus lah” gumam Yesung dengan Korean
#pulang sekolah
“kau merasa aneh tidak?” tanya Wookie, “iya, aku merasa orang-orang yang bersekolah di situ tidak mempunyai ekspresi, tatapannya pun kosong” ucap Yesung, “iya, betul”
2 bulan kemudian
“hei Wookie, aku ingin bicara denganmu sesuatu” ajak Yesung, “ada apa?” tanya Wookie, “kamu sadar tidak tiap 2 minggu sekali, 1 anak di kelas kita menghilang, dan guru kita tidak pernah mengabsen anak yang hilang?” tanya Yesung
“ah iya juga, kenapa aku baru sadar sekarang ya?, kau pernah memperhatikan murid yang berada di depan kita tidak?, saat tangannya bergeser mendekati gunting gunting itu terlihat menembus, dan dia sama sekali tidak sadar jika ada gunting yang sudah menembus kulit tangannya” jelas Wookie panjang lebar
“sekolah ini tidak beres, menurutku” gumam Yesung
Pluk!
Sebuah Koran mencium wajah Yesung, di judul atas Koran tersebut terpampang judul ADA 2 ORANG SISWA YANG KELUAR MASUK DI SEKOLAH SAINT PASCAL, SEMENJAK 2 BULAN LALU
Mereka berdua tersentak melihat ada foto mereka di Koran itu, “Sekolah St. Pascal?”, “2 bulan yang lalu?”
Mereka melanjutkan membaca hingga akhirnya menemukan kalimat
Sekolah yang di bangun tahun 1921 dan beroperasi sampai 1957 itu di datangi oleh 2 orang asing berwajah Asia, sekolah yang kabarnya di tutup karena adanya pembunuhan berantai yang di alami oleh seluruh penghuni sekolah itu…..
“ayo kita cari berita tentang sekolah ini” ajak Yesung antusias, mereka pulang ke hotel, dan mencari sejarah tentang sekolah St Pascal
Sekolah ini di bangun tahun 1921 dan beroperasi tidak lama hanya sampai tahun 1957, sekolah itu di tutup karena adanya pembunuhan berantai yang masih menjadi misteri hingga saat ini, semua siswa dan siswi di sekolah itu di bunuh dan di mutilasi, bagi murid perempuan, semua jasadnya di temukan polisi tanpa rahim dan isi perut
Bagi murid laki-laki, semua jasadnya di temukan dalam keadaan tanpa telinga dan tanpa telapak kaki kiri, biasanya pembunuh itu beraksi tiap 2 minggu sekali, dan setiap 2 minggu,mereka hanya membunuh 1 orang
“kau tau apa artinya?” tanya Wookie, “ya, maksudnya adalah, kita terjebak di sekolah hantu itu, mereka adalah hantu yang tidak tenang karena di ikat oleh 1 kutukan, kita harus membantu mereka melepaskan kutukan itu dan membiarkan mereka tenang di alam mereka” jelas Yesung
“baiklah tapi kita tidur dulu, baru besok kita lanjutkan” ucap Wookie
Wookie’s pov
“Nathan, wait!” seseorang memanggilku, aku menoleh dan melihat kearahnya ternyata itu Anne, “what?” tanyaku, “you must help us, someone kill us, take this blue diamond and give to Jerome this black diamond” ucap Anne sampai akhirnya ada orang yang menariknya paksa, “please, keep those, they will give you the answer” ucapnya terakhir kali
“KYA!!” aku berteriak dan terduduk, “aish, malam-malam seperti ini teriak-teriak, ada apa sih?” tanya Yesung hyung
“aku mimpi, Anne di seret dan…oh iya permata itu” ucapku, aku melihat kearah tanganku yang mengepal, dan membukanya perlahan, aku melihat satu permata Hitam dan 1 permata biru
“hei apa itu?” tanya Yesung hyung, “ini, diamond, aku tadi mimpi kalau Anne mendatangiku, katanya aku harus memberikan permata hitam ini ke hyung lalu permata biru ini aku simpan” ucapku, “lalu?” tanya Yesung hyung lagi, “katanya permata ini akan memberi kita jawaban” jawabku, “ya sudah ayo tidur lagi, ini baru jam 2 malam” ajaknya
Wookie’s pov end
Author’s pov
Yesung bangun dari tidurnya dan menuju kearah dapur, dia mengambil pisau dan mulai menyayat dirinya, “Hyung” panggil Wookie, dia berjalan kearah dapur dan melihat Yesung menyayat dirinya sendiri, “Ya!!!, hyung!, jangan menyayat dirimu” ucap Wookie lalu menjauhkan pisau dari Yesung, “aish, kau ini, kembalikan pisau itu” pinta Yesung, “tidak!” Wookie memaksa Yesung masuk ke kamar dan menguncinya dari luar, dia menelpon Dokter untuk datang ke hotelnya dan memeriksa keadaan Yesung
“what happened with him?” tanya Ryeowook, “I don’t know, he is not insane, you should take away the knife or everything from him” suruh dokter itu, “ok thank you” ucap Ryeowook, dia mengantar dokter itu sampai keluar hotel, Wookie kembali masuk ke hotelnya dan membuka kamar yang di tiduri Yesung, tapi dia tidak melihat Yesung di kamar itu
‘Selama aku dan hyung tidak pernah membuka ini, kuharap Yesung hyung ada di sini’ batin Wookie, dia masuk ke ruang kecil dengan pintu cokelat dan saat dia masuk Yesung terduduk sambil terus menyayat bagian tubuhnya, “HYUNG!” Wookie berteriak melihat hyungnya menyayat tubuhnya sendiri, “Anne, where are you? I want to meet the killer” panggil Wookie
“I’m here” suara perempuan terdengar di belakang Wookie, dia berbalik dan melihat kearah suara itu, “You?!, Anne?!” ucap Wookie tidak percaya, “hha, I’m the killer, who kill all of students and teachers at St Pascal” jelas Anne
“how dare you?!” ucap Wookie, “now, give me the diamonds” pinta Anne, “never” bantah Wookie, “GIVE ME THAT!. NOW!” teriak Anne, “Never!” bentak Wookie
“I’m gonna destroy it” ucap Wookie, dia menaruh permata biru itu di kakinya dan di menginjaknya hingga hancur, “NO!” teriak Anne lalu tubuhnya mulai terhisap kedalam pecahan-pecahan permata biru itu
“huh, you can destroy her, but not me” suara laki-laki membuat Wookie menoleh kearah suara itu, “Mr. Parker *jdi inget Spiderman*, are you follow her?” tanya Wookie, “noupe, but I’m the leader, that is the reason why I never absent the student who miss from my class” jelas Mr. Parker, guru yang mengajar Wookie dan Yesung, “hha, then I will destroy it too” ucap Wookie, “you can’t” gumam Mr. Parker dan berusaha mengambil permata hitam itu dari tangan Wookie, sialnya permata itu lepas dari tangan Wookie dan menggelinding ke tempat Yesung yang masih sibuk menyayat dirinya, “HYUNG!, HANCURKAN PERMATA ITU!” teriak Wookie berusaha menahan Mr. Parker untuk mendekati permata hitam itu
Author’s pov end
Yesung’s Pov
Aish, Tuhan tolong bantu aku, tubuhku di kendalikan, aku akan mencoba menghancurkan permata itu, ini tubuhku, berarti hanya aku yang boleh menjalankannya
Yesung’s Pov end
Author’s Pov
Yesung mengambil permata itu, ia ingin menghancurkannya dengan cara menginjaknya tapi tubuhnya terlalu lemah untuk berdiri, “BUAT PERMATA ITU TIDAK SEPERTI BENTUK SEMULA, PECAHKAN SAJA SEDIKIT MAKA PERMATA ITU AKAN PECAH SENDIRI” teriak Wookie, Yesung mendengar itu, dia pun mendekatkan permata itu ke wajahnya dan…
Krak…
Permata itu hancur karena di gigit, “YOU!, WAIT FOR MY REVENGE!” teriak Mr. Parker tubuhnya terhisap ke permata itu dan keadaan kembali seperti semula, Wookie membopong Yesung yang pingsan masuk ke kamar dan mengobati luka-lukanya
2 jam kemudian
“auch.., tanganku kog sakit ya?” gumam Yesung bingung, “ya iyalah, dari kemarin kan hyung menyayat kulit hyung sendiri tuh lihat tangan hyung” suruh Wookie, “ah iya, tadi tubuhku di kendalikan, makanya aku menyayat diriku sendiri, besok kita balik ke Seoul saja, kita batalkan pertukaran siswa ini” ucap yesung, “terserah” jawab Wookie pendek
@Seoul
“kalian kemana saja?, kalian di sana tersesat kan?” tanya kepsek sekolah mereka, “iya” jawab Wookie pendek, “kalian salah mengambil alamat, sudah kalian kembali ke kelas dan mulai belajar” suruh kepsek itu, “baik” ucap mereka berbarengan
@class
“anak-anak kita kedatangan murid baru dari London perkenalkan dirimu” suruh Park seonsaengnim (bner ga sih tlisan’a??), “hi, my name is Annabel Youngblood, you can call me Anne” ucap murid itu lalu menegok kearah Wookie dan Yesung sambil memamerkan smirknya, “oh my God, not again” gumam Wookie dan Yesung
END
No comments:
Post a Comment