Friday, June 3, 2011

Friends Never Lies (Oneshot)



Cast: all SS501 member and Sung Hye Na *ooc*

Genre: friendship, real story

Length: still Oneshot

Disclaimer: mereka milik Tuhan n ortu’a, bkn milik saya, klo crita’a milik saya sm Riesya bkn milik mreka juga

Summary: kau percaya jika hantu itu ada, bersahabat, baik dan penolong?
Kim Hyun Joong: Leader
Heo Young Saeng: Saeng
Kim Kyu Jong: Kyu Jong
Park Jung Min: Jung Min
Kim Hyung Joon: Joon/Baby oppa / Ghost *mian mian, cm boongan doang kog, bkn bneran setan*

Author’s Pov

Saeng masuk ke kelasnya, yang masih sepi, karena waktu bel masuk sekolah masih lama

“hai” panggil sesosok yang hanya bisa di lihat Saeng, “Joon?, ah bogoshipo, sudah lama aku tidak bertemu denganmu, kau kenapa ada di sekolahku?” tanya Saeng padanya

“aku kangen sama sahabat pertamaku saat aku sudah seperti ini tau” ucap sesosok yang bernama Joon, “haha, ya sudah kau di sini saja, aku juga kangen dengan sahabat pertamaku, yang mengajariku untuk tidak takut saat aku benar dan menemaniku terus” ucap Saeng

“apa yang kau lakukan Saeng hyung?” tanya Jungmin, “berbicara pada sahabatku” ucap Saeng innocent, “mwo?, siapa?, di kelas ini hanya ada kita berdua” tanya Jungmin

“ah, dia bukanlah manusia, melainkan makhluk yang menembus jika kau gerakkan tanganmu seperti ini” ucap Saeng sambil menggerak-gerakkan tangannya seakan memotong-motong tubuh tembus pandang Joon yang menembus

“hah?, jangan bercanda!, hantu itu tidak ada, jangan bohong” sangkal Jungmin tak percaya, “aish, dia ada, masih di sini, kau saja yang tidak bisa melihatnya” ucap Saeng tak mau kalah, “hantu itu tidak ada, sekali lagi ku tegaskan, HANTU ITU TIDAK ADA” ucap Jungmin memberi penekanan pada setiap kata-kata, lalu berjalan keluar dari kelas

“KAU BOLEH TIDAK PERCAYA, TAPI JANGAN  PERNAH BILANG KALAU DIA TIDAK ADA!” teriak Saeng sebelum Jungmin benar-benar keluar dari kelas

“sudah jangan bertengkar dengan sahabatmu” ucap Joon menengahi, Joon hanya mengangguk, “aku pergi dulu ya bye” pamit Joon lalu menghilang menembus tembok kelas

@koridor sekolah

“hai, sendiri?” tanya yeoja yang melihat Jungmin duduk sendiri mendengarkan lagu dari headphonenya dan mengaduk-ngaduk minuman yang di pesan

“kau buta?, memang aku sekarang dengan siapa?” tanya Jungmin ketus, “hha, kan aku hanya menyapa, oh iya choneun Sung Hye Na imnida, panggil saja aku Hyena” ucapnya memperkenalkan diri, “siapapun kamu, aku tidak peduli” balas Jungmin masih ketus, “kau sedang kesal dengan temanmu karena dia bilang kalau dia mempunyai sahabat sesosok hantu ya kan?” tanya Hyena

“kau tau dari mana?” tanya Jungmin yang kini menatap Hyena bingung, “aku tadi melihatmu dengan temanmu di kelas” ucap Hyena, “Stalker!” umpat Jungmin pada Hyena, “no, I’m not, I jus see you, not stalked” ucap Hyena tenang

“jadi maksudmu kesini ada apa?” tanya Jungmin dingin, “aku ingin tau kalau dia sebenarnya bohong padamu, jangan percaya padanya” ucap Hyena, “dia sahabatku, kenapa kau malah yang mengaturku hah?” tanya Jungmin marah

“kita lihat kebusukan dari temanmu itu” ucap Hyena, “terserah kau saja, jika menurutmu dia salah, ya sudah” ucap Jungmin pasrah

‘anak itu, mudah sekali aku bohongi dan bodohi, aku tidak akan mennyia-nyiakan anak bodoh sepertinya untuk membantuku, hha’ batin Hyena

KRING

@classroom

“Hai” sapa Hyun Joong bersama Kyu Jong, “hai juga” ucap Saeng senang, “kenapa kau tersenyum-senyum sendiri?” tanya Kyu Jong, “aku hanya senang, tadi sahabatku main kesini, tapi sekarang dia sudah pulang” ucap Saeng

“oh, siapa namanya?” tanya Hyun Joong, “Joon, Kim Hyung Joon” ucap Saeng, “namanya mirip dengan namamu hyung” ucap Kyu Jong, “beda ah” balas Hyun Joong

Jungmin memasuki kelasnya lalu pindah duduk ke tempat paling belakang, dia hanya diam

Saat bel istirahat berbunyi Hyena menghampiri Jungmin, “kenapa?, kau rindu dengan teman-temanmu itu hah?” tanya Hyena

“kenapa kau itu bawel sekali?” tanya Jungmin kesal, “hahaha, itulah aku” jawab Hyena

Pulang sekolah, mereka semua pulang, Joon sudah menunggu Saeng di pohon dekat gerbang sekolah, “hai Joon, kau kesini lagi” panggil Saeng, “iya, eh aku mau membuntuti Jungmin dan Hyena nih” ucap Joon

“eh? Waeyo?” tanya Saeng, “kulihat, Hyena itu merencanakan sesuatu yang buruk pada Jungmin yang akan merusak persahabatan kalian berempat” ucap Joon, “kau yakin akan hal itu?” tanya Saeng

“yakin tidak yakin sih, tapi mau gimana lagi, aku kan mau membuktikannya dan juga aku ingin persahabatan kalian tidak pecah” ucap Joon

“ya sudah, kalau itu yang terbaik, lakukan saja, aku akan mendukungmu, hwaiting!” ucap Saeng, “ya sudah aku pulang ya, jadilah stalker-nya mereka yang terbaik, hha” lanjut Saeng

---Malam harinya *Saeng’s Home*---

“Saeng” panggil Joon, “bagaimana?, apa ucapanmu yang tadi benar?” tanya Saeng, “iya, wanita itu, bermuka dua, dia ingin membuat Jungmin menjadi tidak percaya padamu lalu dia akan membuat kalian hancur, persis seperti kataku yang tadikan?” ucap Joon, “lalu dari mana kau bisa tau, tidak mungkin kan dia berbicara sembarangan sekalipun itu di kamarnya” ucap Saeng

“memang tidak, dia hanya berangan-angan” balas Joon, “lalu kenapa kau bisa tau?” tanya Saeng, “aduh, ganteng-ganteng tapi nge-loading, kan aku bukan manusia, otomatis aku bisa baca pikiran” ucap Joon meledek Saeng

“ah iya, aku lu_”

Cklek…

“Saeng?” panggil Kyu Jong, “ne, ada apa?” tanya Saeng, “kau bicara dengan siapa?” tanya Kyu Jong lalu berjalan mendekati Saeng, “dengan sahabatku…, mungkin kau tidak akan percaya jika aku sedang berbicara dengan lawan bicara, tapi itulah” ucap Saeng

“oh, aku hanya bisa melihat bayang-bayangnya sedikit samar-samar” ucap Kyu Jong, “ya sudah, Joon, kau bisa menampakkan dirimu kan” ucap Saeng, Joon mengangguk dan bayang-bayang samar yang di lihat Kyu Jong berbubah menjadi makin jelas

“hai” sapa Joon, “h-hai juga?, kau hantu?” tanya Kyu Jong, “iya, lebih tepatnya arwah” ucap Joon, “kamu sangat bagus untuk ukuran sesosok hantu” balas Kyu Jong

“kapan kau bertemu dengannya?” tanya Kyu Jong lagi, “aku bertemu dengannya di…”

Flashback

Seorang anak laki-laki berumur 2 tahun bermain di halaman rumahnya yang penuh dengan pohon besar, dia mengambil kerikil dan mulai melemparkannya kearah buah-buah di pohonnya yang sudah matang sampai ada anak laki-laki lain yang lebih tua darinya 3 tahun *di sini, Joon aku ubah jadi lebih tua ya, bkn magnae*

“hei, kenapa kau melempar-lempar kerikil itu?” tanyanya, “aku bosan, aku ingin bermain, tapi aku anak tunggal, umma dan appa-ku bekerja di kantor, lalu pengasuhku berada di belakang, jadi aku melempar-lempar saja” ucap Saeng

“namamu siapa?” tanya anak itu, “Heo Young Saeng imnida” ucap Saeng, “lalu nama hyung siapa?” lanjut Saeng, “namaku Kim Hyung Joon, panggil saja aku Joon” ucap Joon

“tubuhmu kenapa berbeda denganku?, aku masih bisa melihat tembok yang berada di belakangmu” ucap Saeng bingung, “aku bukan manusia, tapi aku adalah arwah” jelas Joon

“arwah?, kata umma-ku, arwah itu orang yang sudah meninggal, seperti haelmoniku *tlisan’a bner ga sih?*, kata umma-ku arwah itu menakutkan, wajahnya hancur, tapi kamu kog enggak hancur?” tanya Saeng innocent

“haha, anak kecil tidak usah banyak bertanya, kita main yuk” ajak Joon, “ne, kita main di sana yuk” ajak Saeng menuju ke teras rumahnya

“kita main apa?, buat nama dengan jahitan yuk” ajak Joon, “maksudmu apa?” tanya Saeng bingung, “kau membentuk namamu dari jahitan di kertas ini” ucap Joon

“eh?, kog kertas?” tanya Saeng, “haelmoni-ku kalau menjahit itu di baju atau di kain yang sangat lebar” lanjut Saeng, “kan kita main doank, bukan jahit beneran” balas Joon, “Young Saeng, ayo ma__kau berbicara dengan siapa?” tanya pengasuhnya yang keluar membawa piring berisi makanan untuk Saeng

“ini temanku, namanya Joon, Joon aku makan dulu ya, nanti kita lanjut lagi” ucap Saeng sedangkan pengasuhnya hanya diam karena bingung

Flashback off

“…di situlah kami bertemu” ucap Saeng mengakhiri ceritanya pada Kyu Jong, “oh, wow, ngomong-ngomong, kenapa kau jadi arwah?” tanya Kyu Jong, “kami meninggal karena kecelakan lalu lintas” jelas Joon

“kami?” tanya Kyu Jong tidak mengerti, “iya, kami, aku meninggal sekeluarga” jelas Joon

“ah maaf”

---keesokan harinya---

“Jungmin, kau mencoba menjauh dari kami ya?” tanya Hyun Joong to the point, “menurutmu?, aku tidak mau dekat kalian, aku takut tertular menjadi aneh, seperti Saeng, bersahabat dengan hantu, sangat bohong” ucap Jungmin meremehkan

Saeng yang marah karena namanya di sebut-sebut mendatangi meja Jungmin

BRAK!!

Saeng yang terkenal pendiam dan sabar *ce ilah*, menggebrak meja Jungmin, “KAU!, sudah kuperingatkan!, JIKA KAU TIDAK PERCAYA, YA SUDAH TIDAK APA-APA, TAPI JANGAN SEKALI-KALI KAU BILANG JIKA DIA TIDAK ADA!” bentak Saeng, seisi kelas melihat kearah mereka dengan tatapan bingung dan takut, melihat seorang Saeng yang biasanya diam, tiba-tiba mengamuk *lu kate dia binatang buas*

“masih mau marah?” tanya Jungmin dingin, “TIDAK!” ucap Saeng lalu keluar dari kelas membawa tasnya, dia pergi ke taman belakang sekolah lalu merebahkan dirinya di bangku panjang

Plok plok plok

“hahaha, what a fool people?!, kau dan Jungmin sama-sama gampang di bohongi, apa kalian memang tercipta untuk jadi pecundang, dasar namja-namja bodoh!” ucap Hyena dari belakang

“you!, what the hell is this?!, kau membuat persahabatan kami hancur, masih kurang hah?!” tanya Saeng penuh emosi, “sudah, sudah cukup untukku, kali ini” ucap Hyena tersenyum menang, “sudah lah, Jungmin sudah ku cuci otaknya, dia tidak akan mempercayai kalian lagi” lanjut Hyena lalu pergi

“ok, aku harus menemuinya dan menjelaskan apa yang telah terjadi” putus Saeng

---another place---

“apa?, jika aku menampakkan diriku sekali lagi, aku tidak akan bisa berkeliaran di dunia lagi?” tanya Joon, “iya, kau sudah 2 kali menampakkan diri, jika 1 kali lagi kau menampakkan diri,maka kau tidak akan bisa ke dunia lagi”

“baiklah” ucap Joon pasrah

---class---

“hai” sapa Joon, “hai, kog baru datang?” tanya Kyu Jong, “iya aku sedang men__” “kau mau apa membawaku kemari?” berontak Jungmin, “aku ingin meluruskan masalah ini” ucap Saeng, “eh kau, kebetulan ada di sini, aku ingin meluruskan semuanya” lanjut Saeng

“kau bicara pada siapa?, berpura-pura lagi hah?” tanya Jungmin sinis, “tidak!” bantah Kyu Jong

“Hyena mencuci otakmu, dia ingin merusak persahabatan kita hanya karena kau tidak percaya dengan adanya Joon” jelas Saeng, “Joon?, siapa dia?” tanya Jungmin, “dia sahabatku yang kau bilang tidak ada” balas Saeng

“Joon, kau bisa menampakkan dirimu pada dia kan?” pinta Saeng

Joon’s pov

“iya, kau sudah 2 kali menampakkan diri, jika 1 kali lagi kau menampakkan diri,maka kau tidak akan bisa ke dunia lagi”

Aku ingin menampakkan diri tapi aku tidak bisa

“aku ingin menampakkan diriku tapi nanti aku tidak bisa bertemu denganmu lagi” akhirnya aku mengucapkan kalimat itu

“kenapa?” tanya Saeng, “aku hanya di beri 3 kesempatan menampakkan diri, nah aku sudah memakainya 2 kali, jika aku memakainya sekali lagi, aku akan kembali ke surga dan tidak bertemu denganmu” ucapku, dan aku yakin yang mendengar hanya Kyu Jong dan Saeng, sementara Jungmin tidak akan mendengarku

Joon’s Pov end

Author’s pov

“kenapa?, tidak bisa ya?, itu berarti kau bohong” ucap Jungmin, ‘sialan anak ini!, baik aku akan menggunakan kesempatanku yang terakhir’ putus Joon

Joon mulai menampakkan dirinya, Jungmin yang tadinya hanya sinis, sekarang bisa melihat Joon dengan jelas

“kau?, asli?” tanya Jungmin, “iya dan jangan pernah tidak mempercayai sahabatmu, kau Saeng, aku temanmu, aku bisa mengetahui apa yang kamu tidak dan belum ketahui karena kau tidak mengetahui diriku 100%” ucap Joon

Joon’s Pov

Tubuhku seperti di terpa angina badai, kulitku mulai mongering dan mengelupas, sangat perih dan hilang!

Tapi aku masih bisa membuka mataku, dan ternyata aku masih di sini, koridor sekolah Saeng, kenapa bisa?, aku pun tidak tau

Kau sangat tulus dan setia kawan, aku menyelamatkanmu Karena jiwa baikmu itu, kau hebat, berkorban demi sahabatmu

Dan akhirnya aku masih bisa berkeliling di dunia tapi sudah tidak bisa lagi menampakkan diri

No comments:

Post a Comment